Pupuk Menghilang di Nagari Sumpur Kudus

Sijunjung Weblog News-doniaries blog

Hampir tiga bulan terakhir ini,petani nagari Sumpur Kudus kecamatan Sumpur Kudus kesulitan untuk mendapatkan pupuk jenis Urea dan TSP,akibat kelangkaan pupuk hasil panen menurun secara drastis

Satu-satunya pengecer resmi pupuk bersubsidi didaerah ini tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan petani,karena jatah yang diberikan tidak berimbang dengan permintaan

Wali Nagari Sumpur Kudus Nasirwan yang dihubungi Haluan senen lalu di Muaro Sijunjung mengatakan,kita sangat mengharapkan kepada pemerintah agar dapat memperhatikan kelangkaan pupuk saat ini

Akibat langkanya pupuk,membuat petani yang ada di nagari Sumpur Kudus menjadi resah,karena ada sejumlah sawah petani musim tanam yang lalu tidak dapat pupuk

Hasilnya,sudah banyak sawah masyarakat yang memerah,karena tidak mendapatkan pupuk,hal ini kiranya perlu mendapat perhatian pmerintah,sekarang musim tanam yang lalu hampir panen,mungkin Minggu ke dua ini kita sudah panen

Di nagari Sumpur Kudus jumlah sawah tidak mengalami tambahan,namun realita di lapangan,stok pupuk selalu tidak mencukupi,untuk tanam berikutnya dikhawatirkan sejumlah sawah tidak diberi pupuk jika tidak cepat kita atasi

Kepada pihak terkait untuk segera mencarikan solusinya,sehingga pupuk bersubsidi yang selam ini sulit didapat,akan bisa didapatkan kembali di nagari yang jauh di pedalaman

Sebenarnya pupuk kandang salah satu mengatasinya cukup tersedia,tapi petani kita telah terbiasa memakai pupuk Urea dan TSP,salah satu mengatasinya,pemerintahan nagari berusaha mengajak petani kembali kepada pupuk alami sebelum ada pupuk urea dan TSP ini

Nagari Sumpur Kudus,Silantai,Unggan dan Manganti merupakan nagari yang paling ujung dari kecamatan Sumpur Kudus,selama ini pupuk tidak menjadi masalah tapi beberapa bulan ini seluruh petani mengeluh karena pupuk disejumlah nagari ini tidak ada lagi hilang diperedaran

Keempat nagari tadi merupakan penghasil padi yang cukup banyak di kecamatan Sumpur Kudus,dengan kelangkaan pupuk surplus beras yang selama ini menjadi kebanggan petani turun dari biasanya

Biasanya petani setiap panen padi mereka dapat menjual beras menjelang panen berikutnya tapi sekarang untuk kebutuhan sampai panen sudah ada sejumlah warga yang membeli beras lantaran hasil panen menurun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s