Nagari Sisawah Tatap Kebun Karet

Sijunjung Weblog News-doniaries blog

Nagari Sisawah kecamatan Sumpur Kudus mempunyai 7 jorong,dengan jumlah penduduk sekitar 4000 jiwa pada umumnya warga hidup bertani,jarak antara jorong ke pusat nagari sekitar 7 km,nagari ini sangat berpotensi untuk dijadikan lahan kebun karet.

Misalnya jorong Rumbai Kata Wali Nagari Sisawah Nainunas yang ditemui Haluan Minggu (27/7) lalu di Sisawah mengatakan masih ada hutan belukar yang belum disentuh oelh tangan manusia untuk dijadikan lahan berproduksi.

Kedepan kawasan yang belum diolah setelah dapat kata sepakat dengan ninik mamak,tokoh masyarakat kiranya dijadikan kebun karet,hutan yang menghubungkan jorong Rumbai dengan Kabun jaraknya sekitar 12 km dikawasan ini masih terdapat hutan belukar yang belum dijamah oleh manusia.

Kawasan ini sangat cocok untuk dibuka sebagai lahan kebun karet karena masyarakat sudah terbiasa memotong karet,mereka ingin menanam karet terkendala dibagian bibit,pemerintahan nagari akan berusaha mengajak para investor kiranya dapat menanamkan investasinya.

Begitu juga jorong kabun cukup banyak menyimpan bahan tambang yang masih terpendam diperut bumi misalnya batubara,mar-mar,granit,semua itu belum diolah secara profesional,selama ini kendalanya adalah jembatan gantung,sekarang sudah jembatan permanen yang diresmikan oleh Gubernur Sumbar tanggal 18 Agustus 2005 lalu.

Jarak dari Kota Muaro Sijunjung sekitar 8 km,tidak terlalu jauh jika investor mau melirik kekawasan ini,mengenai lokasi yang akan ditambang ninik mamak bersama masyarakat tidak ada masalah demi peningkatan ekonomi masyarakat setempat dan sebagai pendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Kondisi jalan saat ini dari Muaro masih berstatus tanah,musim hujan datang warga jorong kabun tidak bisa naik kenderaan ,sekarang ada sejumlah truk yang lansir setiap hari untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Karet rakyat yang diangkut ke Muaro kemudian dibawa ke Padang, dengan harga saat ini para petani karet sangat ceriah harga berkisar Rp6000 sampai 9000/kg,memang selama ini petani karet belum dapat harga yang stabil.

Batu bara yang ada di jorong Kabun beberapa tahun yang silam pernah diolah oleh koperasi serba usaha (KSU) Sungai Lasih,namun terkendala dibidang dana,pernah dijual ke RPP Pekan Baru,kualitasnya tidak jauh berbeda dengan batubara yang ada di Ranah Lansek Manih,tutur wali nagari

1 Comment

  1. Rakyat baru bisa menikmati nilai tambah karet alam kalau masyarakat mau membentuk koperasi green kencana (Emas Hijau) yg akan memiliki saham pabrik yg akan kami bangun di sijunjung, rakyat tanpa menjadi stock holder pabrik lewat koperasi green kencana tdk akan menikmati nilai tambah yg maksimal, semoga cita cita teman kami anak pendiri kab sijunjung bisa terlaksana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s