TIDAK MENERIMA TUNJANGAN GURU SD MENGADU KE DPRD

Sijunjung Weblog News-doniaries blog

Guru SDN 04, 14 dan SDN 28 Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus, Jumat kemarin mengadukan nasibnya kepada DPRD Kabupaten Sijunjung.

Pasalnya, dari tujuh SDN yang ada di Sisawah, mereka tidak mendapat tunjangan guru yang mengajar di daerah tersolir, pada hal dibanding empat SDN yang gurunya menerima tunjangan, SD tempat mereka mengajar ada yang lebih tersolir.

Sebanyak 12 orang guru yang mewakili guru ketiga SD tersebut, diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Rayendra Rasyid, SE, MM bersama anggotanya Ir. Yos Jodi dan Agusnali.

Selain DPRD, dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan, juga hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung Ir. Said Alkudri, MM bersama Kabid TK/SD Drs. Darlias.

Menurut guru SDN 28 Sisawah, Jahidin yang bertindak selaku juru bicara, karena sulitnya perhubungan dan mahalnya harga kebutuhan bahan pokok di Sisawah, nagari ini termasuk daerah tersolir di Kabupaten Sijunjung.

Namun dari tujuh SDN yang ada di nagari ini, yang mendapat tunjangan hanya guru yang mengajar di SDN 07, SDN 22 serta SDN 25 dan 26 Sisawah.

Karena dinilai tidak adanya pemerataan dan keadilan, kata Jahidin, guru yang mengajar pada tiga SD ini telah memperjuangkan nasibnya sejak Februari 2008. Namun hingga sekarang perjuangan itu belum membuahkan hasil. Jawaban yang diterima dari pihak berwenang, hanya angin segar dengan mengatakan nasib para guru ini akan dibahas.

“Lantaran tidak adanya titik terang serta kejelasan dan kepastian hingga sekarang, kini kami sandarkan nasib kami kepada DPRD sebagai wakil rakyat, dengan harapan dewan terhormat ini lebih memberi perhatian dan kepedulian,” harap Jahidin.

Setelah dimoderatori oleh Ketua DPRD Rayendra Rasyid, Kepala Dinas Pendidikan Said Alkudri menjelaskan bahwa yang dijadikan acuan dalam menetapkan SDN tersolir atau tidak, adalah data yang diterbitkan Bappeda.

Berdasarkan data itu, hingga sekarang guru yang mengajar di SDN tersolir yang telah di-SK-kan, berjumlah 300 orang. Dalam yang 300 itu, memang tidak termasuk guru yang mengajar di SDN 04, 14 dan SDN 28 Sisawah.

Dari 300 guru yang telah di-SK-kan, kata Said, sesuai dana yang dikucurkan pemerintah pusat, tunjangan terpaksa diberikan secara bergilir. Pada tahun 2007 menerima 85 orang dan tahun 2008 ini juga telah diuisulkan 85 orang. Selebihnya akan diusulkan lagi pada tahun 2009 dan tahun berikutnya.

Walaupun guru yang mengajar pada tiga SD Nagari Sisawah diterbitkan SK-nya tahun ini, namun tunjangan itu belum bisa diterima tahun ini, karena harus menunggu giliran, jelas Said.

Menyikapi kondisi yang rumit itu, selain menerbitkan SK guru yang mengajar pada tiga SD di Sisawah, Ketua DPRD Rayendra Rasyid berharap kepada Pemkab Sijunjung tidak menyerahkan tunjangan guru tersolir secara bergilir, tapi diberikan kepada seluruh yang berhak menerima dalam waktu bersamaan.

Tunjangan yang diberikan pemerintah, adalah untuk memotivasi dan memacu semangat guru yang mengajar di SD tersolir. Justru itu, selain menerbitkan SK guru yang mengajar pada tiga SD di Sisawah, kepada Pemkab kami berharap memberikan tunjangan dalam waktu bersamaan, jangan secara bergilir. Jika dana APBN tidak mencukupi, tambah dengan dana APBD. Ajukanlah pada perubahan APBD tahun ini, kami DPRD akan menyetujuinya,” kata Rayendra.

Solusi yang ditawarkan Ketua DPRD, disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan serta diterima dengan hati gembira dan wajah berseri oleh para guru yang mengadukan nasibnya.

“Terima kasih pak ketua, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami menerima SK sebagai pertanda nasib kami telah diperjuangkan DPRD,” kata Jahidin dengan senyum dan penuh harap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kabid TK/SD mengatakan, tunjangan yang diterima oleh masing-masing guru yang mengajar di SDN tersolir, jumlahnya sekitar Rp13 juta pertahun.
Karena pada tahun 2007 sudah duberikan kepada 85 orang dan tahun ini juga telah diusulkan 85 orang, berarti yang akan menerima tunjangan dengan dana APBD, kalau memang disepakati dan disetujui, jumlahnya lebih kujrang 200 orang, karena selain guru yang mengajar pada tiga SD di Nagari Sisawah, juga ada guru SMP yang berhak menerimanya, kata Said Alkudri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s