Acara Pembukaan Sosialisasi Kesetaraan Gender

Sijunjung Weblog News-doniaries blog

Sekda Kabupaten Sijunjung Drs.Bakri berharap pembangunan pemberdayaan perempuan secara nasional bertujuan untuk meningkat status,posisi dan kondisi perempuan agar dapat mencapai kemajuan yang setara dengan laki-laki dan tujuan dari peningkatan kesejahteraan serta perlindungan anak

Demikian sambutan Bakri pada acara pembukaan sosialisasi yang terkait dengan kesetaraan Gender,pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Rabu (18/6) di gedung pertemuan Nagari Manganti kecamatan Sumpur Kudus diikuti sekitar 60 peserta dari unsur pemangku adat,alim ulama,Bundo Kanduang dan generasi muda

Anak merupakan masa depan bangsa dan penerus generasi serta cita-cita bangsa,setiap anak berhak atas kelangsungan hidup,tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan mempunyai hak-hak atas perlindungan dari tindakan kekerasan

Bentu kepedulian pemerintah dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak,pemerintah telah mengeluarkan undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan tindak kekerasan dalam rumah tangga,UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU No.21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang

Semua itu merupakan sebagai dasar berpijak bagi aparat hukum sehingga tidak terjadi lagi tindak kekerasan dan kewenang-wenangan terhadap perempuan dan anak,perkembangan dewasa inimenunjukkan bahwa tindak kekerasan secara fisik,psikis,sexual dan penelantaran rumah tangga pada kenyataanya banyak yang terjadi ditengah-tengah masyarakat

Pembangunan pemberdayaan perempuan di kabupaten Sijunjung tentu membutuhkan kontribusi positif dari semua elemen masyarakat,mulai dari eksekutif,legislatif sampai kemasyarakatan itu sendiri.

Sukses atau tidaknya pembangunan pemberdayaan perempuan di kabupaten ini akan lebih ditentukan oleh keinginan kaum perempuan itu sendiri untuk merubah pola pikir,paradigma dalam meningkatkan kualitas hidupnya

Inpres No.9 tahun 2000 tentang pengarusutamaan Gender telah menjadi sebuah landasan hukum dalam setiap kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan,pembangunan yang responsif gender bukan berarti harus memarginalkan kepentingan kaum laki-laki

Kesetaraan bukan pula berarti harus sama antara perempuan dengan laki-laki,namun kesetaraan disini lebih indah,adil,seimbang dalam pembagian hak peran,fungsi dan tanggung jawab dalam pembangunan,perempuan dan laki-laki memang berbeda tapi tidak untuk dibeda-bedakan

Dalam laporan kepala Bagian Pemberdayaan perempuan kantor Bupati Desilina mengatakan kegiatan sosialisasi yang dilaksaanakan ini,merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah kabupaten Sijunjung dalam mengimplementasikan,meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan kaum perempuan dan anak,kegiatan ini selama dua hari,peserta dibekali dengan alat tulis,konsumsi dan uang transportasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s