Berita Terheboh eh,Terbodoh !!

Sijunjung Weblog News-doniaries blog

Ada-ada saja di jaman susah begini. Kemarin, tak ada angin atau hujan, munculah seorang Ahmad Zaini Suparta yang mengklaim memiliki duit sebanyak 18 ribu triliun! Holy fuck! Zaman edan, selalu melahirkan orang-orang edan. Dan edannya, banyak orang percaya dibuatnya. Sudah banyak kasus mirip seperti ini, sementara duit yang dijanjikan hanya ada dalam pikiran. Setan!
Ratusan pengusaha, bankir, pejabat pemerintah memenuhi Villa Istana Bunga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (29/5). Mereka menunggu kepastian dana belasan triliun yang dikatakan akan dikucurkan untuk membiayai proyek ratusan miliar.

Ahmad Zaini Suparta (52) mengaku memiliki dana belasan ribu triliun tersebut. Dana tersebut akan digunakan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui sejumlah proyek yang diajukan tamu undangan kemarin.

Ahmad mengaku memiliki harta tersebut sebagai warisan dari orang tuanya, Suparta, yang mempunyai kolateral emas yang disimpan di sejumlah bank di AS, Cina, dan Eropa. Achmad mengaku dananya baru diketahui 1.000 hari setelah kematian orang tuanya.
“Empat puluh delapan Bank telah menyatakan siap menerima aliran dana tersebut. Kita tunggu saja dalam waktu dua minggu ini,” ucap Ahmad, pada public multi project, kemarin.

Menurutnya, hartanya 20 kali lipat dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Cukup menyejahterakan bangsa Indonesia selama 35 tahun ke depan,” ujar pria yang mengaku berasal dari Banten dan mempunyai istri berna Dewi Sri Wulan Birawati. Dana APBN Indonesia saat ini sekitar Rp 836 triliun. Ini berarti dana yang diakui dimiliki Achmad Zaini sekitar Rp 16.720 triliun.

Jika harta Achmad Zaini ini benar ada, ia berarti mengalahkan kekayaan Menteri Koordinar Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Beberapa hari lalu, Aburizal yang berasal dari Lampung ini dinobatkan sebagai pria terkaya di Asia Tenggara oleh Globe Asia, dengan nilai kekayaan Rp 85,9 triliun.
Bangun Sekolah
Ahmad berniat membangun daerah pelosok di tanah air dengan memprioritaskan terlebih dahulu pembangunan kesehatan dan pendidikan. “Saya akan membangun sekolah dan rumah sakit di 10 kabupaten terlebih dahulu,” tutur Ahmad. Selain itu, ia juga berencana membangun sirkuit Formula 1 dan Moto GP di Klungkung, Bali.

Sepuluh kabupaten yang akan mendapatkan dana untuk pembangunan 10 rumah sakit dan 10 sekolah di antaranya adalah, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Katapang, Tanjung Balai, dan Bima.

Ia yakin dananya dapat digunakan program pembangnan kesehatan dan pendidikan di 283 kabupaten. Ia mengaku proses hukum pengaliran dana fantastis ini sudah dilakukan melalui koordinasi Bank Indonesia, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), dan pejabat terkait lainnya.

Acara public expose kemarin, yang diadakan Yayasan Galuh Pakuan, sempat tertunda. Acara rencananya diadakan di Gedung Graha Siliwangi, namun dipindah ke Parongpong karena lantaran belum ada izin keramaian. Acara dihadiri pengusaha, pejabat dari seluruh Indonesia dan bankir. Di antara perusahaan yang disebut-sebut telah mengajukan proposal di antaranya dari perusahaan semen, Bakriinvestindo, dan Jasa Marga.

Dibantah
Para pengusaha dijanjikan akan mendapat dana puluhan miliar hingga triliunan dari Achmad Zaini. Para pengusaha hanya diminta membuat proposal dengan nilai proyek paling sedikit Rp 50 triliun. Pihak Achmad akan menyeleksi pengusaha yang mendapat dana ini. Achmad sendiri berharap perusahaan-perusahaan ini bisa menyerap tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.

“Pokoknya saya ingin ada lapangan kerja sehingga tidak ada pengangguran. Dengan demikian Indonesia akan sejahtera,” katanya.

Namun jurubicara Bank Indonesia, Diah Makhijani, membantah telah berkoordinasi dengan pihak Ahmad Zaini Suparta. “Tidak pernah dengar. Dan kalau ada orang punya uang segitu, pasti jadi pembahasan,” katanya.

Diah mengimbau agar masyarakat berhati hati bila ada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan nama BI. “Tolong masyarakat berhati hati, jangan mudah percaya,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan pihak Bakrie Investindo. “Bakrie Investindo tidak pernah mengajukan proposal. Masa yang begituan dipercaya,” kata juru bicara Bakrie Investindo, Lalu Mara.
Lalu Mara menjelaskan, pihaknya bila mengajukan pinjaman selalu melalui lembaga keuangan resmi. “Ini orang tidak bisa dipercaya, masa punya ratusan triliun,” tambahnya.

Okke marlina, Corporate Secretary PT Jasa Marga, juga membantah perusahaannya mengajukan proposal pemintaan dana. “Masa, perusahaan sekelas kami bisa ikut-ikutan,” ujar Okke.

Menurutnya, PT Jasa Marga baru saja mendapat dana segar Rp 3,4 triliun dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). “Jadi tidak mungkin kami mengejar dana seperti itu. Apalagi itu tidak jelas asal usulnya,” ujar Okke.

Okke menyatakan, Jasa Marga dalam mencari sumber dana melalui cara cara yang profesional berdasarkan aturan aturan jelas. “Kita ini perusahaan BUMN, dalam mencari dana pun tidak bisa sembarangan,” tutur Okke.

Okke mengaku tidak pernah mendengar nama Achmad Zaini maupun Yayasan Galuh Pakuan. Jadi tidak mungkin Jasa Marga meminjam atau mencari dana dari mereka.

Umi mengatakan, untuk tahap pertama ada 15 perusahaan yang akan mendapatkan dana dari Achmad. “Dua minggu lagi, akan ada sekitar 14 atau 15 perusahaan yang akan mendapatkan dana dari Pak AZ,” ujarnya singkat.

Dia enggan mengungkapkan perusahaan mana yang akan mendapatkan dana tersebut dan sistem pembayaran pinjaman lunak tersebut. Bahkan ketika ditanya, kriteria perusahaan yang akan memperoleh pinjaman, Umi pun enggan menjawab
sumber :http://wisnuhuhu.multiply.com/journal/item/48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s