NAMA KABUPATEN SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG DIRUBAH


Sijunjung Weblog News

Perubahan nama Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung menjadi Kabupaten Sijunjung yang diusulkan oleh DPRD setempat melalui Gubernur Sumbar, telah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia.

Diperkirakan Peraturan Pemerintah (PP) tentang perubahan itu, diterbitkan sebelum peringatan hari jadi Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung ke-59, 18 Februari mendatang, kata Bupati Darius Apan, di ruang kerjanya.

Jika PP tentang perubahan nama kabupaten diterima sebelum peringatan hari jadi Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung ke-59, dalam peringatan itu akan digelar alek gadang anak nagari, sebagai ungkapan rasa syukur, ulas bupati.

Untuk itu, segala sesuatunya harus dipersiapkan sematang mungkin, supaya alek gadang yang akan dilaksanakan berlangsung lancar dan sukses.

Perubahan nama Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung yang awalnya diajukan Pemkab kepada DPRD, bermula dari semiloka dan diskusi panel nilai kejuangan masyarakat yang diselenggarakan Pemkab bersama KNPI, di gedung Pancasila, beberapa bulan lalu.

Digagasnya perubahan nama Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung oleh Pemkab dan KNPI, kata bupati, cukup banyak alasan yang mendasarinya. Antara lain, dengan telah berdirinya Kota Sawahlunto, berarti secara teritorial, Sawahlunto tidak lagi menjadi bagian teritorial Sawahlunto/Sijunjung.

Sedangkan nama yang dipakai, melambangkan daerah yang menjadi ruang lingkup otorisasinya. Sementara teritorial Sawahlunto sudah berdiri sebagai sebuah kota yang otonom. Maka secara logika sederhana sudah perlu melepaskan identitas Sawahlunto pada nama Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung.

Alasan lain, penulisan nama Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung menggunakan garis miring. Pada hal dalam kaidah bahasa Indonesia, garis miring berarti atau yang memberikan alternatif salah satu dari sesuatu yang terdapat sebelum atau sesudah garis miring.

Artinya, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung bisa dimaknai sebagai Kabupaten Sawahlunto atau Kabupaten Sijunjung, sehingga dalam dokumen atau surat yang datang dari pemerintah pusat, sering ditulis Kabupaten Sawahlunto, pada hal dokumen atau surat itu untuk Sawahlunto/Sijunjung.

Dampak negatifnya, jika surat yang nyasar itu ditindaklanjuti oleh Pemko Sawahlunto, tetap diterima oleh pemerintah pusat. Sehingga dalam beberapa kasus, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sering dirugikan. Disisi lain juga tidak lazim penggunaan garis miring pada sebuah nama kabupaten.

Dasar pengajuan perubahan nama Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung menjadi Kabupaten Sijunjung, karena dari 167 peserta semiloka dan diskusi panel nilai kejuangan masyarakat yang terdiri dari angkatan 45, LVRI, perantau, Kepala SKPD, camat, walinagari, BPAN, KAN, pemuda, Kepala SLTP dan SLTA serta utusan Ormas, Orsos dan Orpol, suara terbanyak, yaitu 68 peserta (40,71 %) mengusulkan Kabupaten Sijunjung.

Sedangkan nama lain, seperti Kabupaten Sijunjung Raya, diusulkan 25 peserta (14,97 %), Kabupaten Muaro Sijunjung 17 peserta (10,17 %) dan Kabupaten Lansek Manih diusulkan 12 peserta (7,18 %), jelas Bupati Darius Apan.
sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s