Pembangunan RSUD dan Kantor DPRD di Kab. Sawahlunto/Sijunjung

Sijunjung Weblog News

Kabupaten Sawahlunto Sijunjung mulai mengembangkan pembangunan ke arah jalan lintas Sumatera (Jalinsum). Pada tahun ini, setidaknya ada dua pembangunan besar yang akan dilaksanakan. Di antaranya, RSUD di Sicincin Tanahbadantuang dan kantor DPRD di Kandangbaru, Kecamatan Sijunjung. Untuk RSUD dialokasikan sebesar Rp.50 miliar dan kantor DPRD sebesar Rp2 miliar.

Seperti diketahui, RSUD yang merupakan salah satu alat kelengkapan bagi daerah kabupaten sudah mulai direncanakan seiring dengan lepasnya RSUD Sungaidareh ke kabupaten pemekaran, Dharmasraya. Namun, karena biaya yang diperlukan cukup tinggi dan tidak tertampung dalam sekali tahun anggaran, maka pengalokasian pembangunanya terpaksa dilaksanakan dengan sistim multi years (tahun jamak). Perinciannya, tahun 2007 dialokasikan sebesar Rp25 miliar, tahun 2008 Rp15 Miliar dan tahun 2009 dialokasikan lagi sebesar Rp10 miliar.


Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sawahlunto Sijunjung AT Rohendi kepada Investigasi di Muaro Sijunjung, Rabu (9/1) mengatakan, karena pengalokasian anggaran RSUD memakai sistim tahun jamak maka pekerjaan fisiknya sudah bisa dilaksanakan pada tahun 2008 ini. Begitu juga dengan pembangunan kantor DPRD di Kampungbaru, sudah bisa dilaksanakan karena Pemkab pun sudah mengalokasikan biaya pembangunannya pada APBD 2008 sebesar Rp2 miliar.

Dengan dilaksanakannnya pembanguan ke arah Jalinsum ini maka diharapkan Sawahlunto Sijunjung bisa mengejar ketertinggalannya dari daerah lain di Sumbar. Sebagai salah satu daerah tertinggal, Sawahlunto Sijunjung memang memerlukan perencanaan yang matang dalam melakukan pembangunan, seperti yang di ingatkan wakil bupati Yuswir Arifin waktu membuka Musrenbang beberapa waktu lalu.

Sebelum pembangunan RSUD dan kantor DPRD ini, di kawasan Jalinsum juga sudah di bangun satu unit balai pengujian kendaraan bermotor yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, di kawasan ruas jalan Tanabadantuang. Dengan berfungsinya tempat keur dan uji petik itu nantinya maka diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi daerah ketimbang di tempat yang lama, di Pasar Jumat.

Pembangunan besar dengan harapan besar memang didambakan masyarakat Sawahlunto Sijunjung. Namun semua itu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Sehingga, arah pembangunan yang dilaksanakan tepat sasaran, bukan asal jadi. “Selama ini kita lihat setiap perencanaan yang dilakukan SKPD asal jadi, sehingga hasilnya pun belum seperti yang kita harapkan,” ingat Yuswir lagi ketika itu.

Apa yang dikatakan wabup itu memang benar. Pembangunan tanpa perencanaan yang matang akan meninggalkan beban bagi daerah. Seperti pembangunan mess Pemkab Bukit Gadang yang sekarang sudah berganti nama dengan Hotel Sahid yang menelan biaya mencapai belasan miliaran rupiah. Kini beban yang ditanggung tidak sesuai dengan penghasilan yang di dapat, karena letaknya yang kurang strategis, jauh dari jalan utama. (doni aries)

sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s