GENERASI MUDA MINANG PERLU DIBEKALI PENGETAHUAN ADAT

Sijunjung Weblog News
Generasi muda Minang sebagai penerima tongkat estafet adat istiadat Minangkabau, perlu di bekali dengan pengetahuan adat. Karena kalau tidak dibekali dikuatirkan suatu saat generasi muda Minang, akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Minang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan (PMPK) Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Drs. Abasri Jusad, SH.M.Hum.MM, pada penutupan pelatihan Kompetensi Pemangku Adat Selasa (27/11) di wisma Anggrek Muaro Sijunjung.

Ditengah-tengah era globalisasi sekarang, sangat banyak tantang dan godaan yang datang dari luar. Dan kalau tidak disikapi dengan bijaksana, budaya yang datang dari luar itu, akan menggeser dan menenggelamkan budaya Minang yang selama ini sangat diagungkan dan dijunjung tinggi orang Minang.

Karena itu, Kepala Dinas mengharapkan kepada seluruh peserta pelatihan untuk dapat mengembangkan serta memberikan bimbingan terhadap generasi muda tentang adat istiadat, sehingga para pemuda yang merupakan penerima tongkat estafet warisan budaya dan adat yang berlaku, mengerti dan memahaminya, serta menerapkan dalam kehidupan sehari-har, dan tidak terpengaruh dengan budaya tidak baik seperti pornogrrafi dan acara bugil yang sekarang sedang ngetrend di tanah air.

Menurutnya, generasi muda sekarang kalau tidak dibekali dengan pengetahuan adat, tentu mereka tidak akan mengerti dengan adat yang merupakan warisan dari nenek moyang Minangkabau. Bimbingan dan pembinaan tersebut dapat dilakukan dalam setiap pertemuan di pasukuan atau kaum. Dan itu merupakan moment yang tepat untuk memberikan pembinaan terhadap cucu kemenakan.

Pelatihan kompetensi Pemangku Adat yang berlangsung selama dua hari ini, diikuti 30 orang peserta yang berasal dari Kecamatan Kupitan, IV Nagari, dan Kecamatan Sumpur Kudus. Peserta terdiri dari unsur Ninik Mamak dan Bundo Kanduang, utusan dari masing-masing nagari yang ada di tiga kecamatan tersebut.

Sedangkan angkatan ketiga akan dilaksanakan Rabu 28 Nopember sampai tanggal 29 Nopember 2007, di wisma anggrek Muaro Sijunjung. Pesertanya berasal dari Kecamatan Lubuak Tarok, Sijunjung dan Kecamatan Koto VII.

Kemudian dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, juga dilaksanakan pembangunan sarana dan prasarana nagari, melalui program Nasional Pemberdayaan Masyarakat.

Diantara kecamatan yang memperoleh program tersebut adalah Kecamatan Kupitan sebesar Rp 5 juta, Kecamatan Koto VII Rp.1 milyar, Kecamatan Tanjung Gadang Rp.750 juta, Kecamatan Kamang Baru Rp. 1 milyar dan Kecamatan Sumpur Kudus sebesar Rp.1 milyar.Eri Chaniago.

sumber : http://www.sijunjung.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s