Manfaatkan Gaji ke-13

Sijunjung
Sesuai maksud dan tujuan pemberian oleh pemerintah, Sekdakab Drs. Bakri berharap kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Sawahlunto Sijunjung memanfaatkan gaji ke-13 untuk kelangsungan pendidikan putra putrinya, jangan untuk keperluan yang lain.
“Kita pantas bersyukur kehadirat Allah SWT dan berterima kasih kepada pemerintah. Karena disaat kita membutuhkan biaya untuk kelangsungan pendidikan anak di awal tahun ajaran baru, kita diberi gaji ke-13 yang diterima secara utuh, tanpa potongan ansuran keridit bank atau koperasi.
Untuk itu, saya berharap kepada seluruh pegawai lingkungan Pemkab Sawahlunto Sijunjung, memanfaatkan gaji ke-13 itu sesuai maksud dan tujuan, supaya ada berkahnya, jangan dipergunakan untuk keperluan lain,” harap Sekdakab.

Harapan itu disampaikan Sekdakab dalam apel gabungan di halaman Kantor Bupati, Senin (25/6).
Sebagaimana biasa, apel gabungan yang dilaksanakan setiap Senin, kecuali Senin minggu pertama apel organik, dihadiri Bupati Darius Apan, pejabat teras Pemkab dan segenap pimpinan unit kerja. Peserta apel, seluruh karyawan/ti yang berkantor di Muaro Sijunjung.
“Sebagaimana sering dikatakan bapak bupati dan bapak wakil bupati,” ulas Sekdakab, “pendidikan yang rendah, merupakan salah satu penyebab terjadinya kemiskinan. Justru itu, mari kita berupaya melanjutkan pendidikan anak ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan puas hanya dengan menamatkan SLTP atau SLTA, usahakan sampai perguruan tinggi. Terlebih tahun ini, kita mendapat dukungan dana dari pemerintah.”
Karena pendidikan yang rendah merupakan salah satu penyebab terjadinya kemiskinan, lanjut Bakri, Pemkab Sawahlunto Sijunjung sudah bertekad menuntaskan wajib belajar (Wajar) sembilan tahun, bahkan 12 tahun.
Supaya tekad Pemkab terwujud, dukungan dari segenap pegawai dan masyarakat, terlebih para orangtua yang putra putrinya sedang menduduki bangku pendidikan, tentunya sangat dituntut dan diharapkan. Tanpa adanya dukungan pegawai dan masyarakat, tekad Pemkab tidak akan membuahkan hasil sesuai sasaran dan harapan.
Bertekadnya Pemkab menuntaskan Wajar sembilan tahun bahkan 12 tahun, karena melalui pendidikan bisa diputuskan mata rantai kemiskinan. Pendidikan yang rendah, menyebabkan lemahnya sumber daya manusia yang memicu minimnya penghasilan, sehingga klimaksnya melahirkan lingkaran kemiskinan yang berkelanjutan.
“Justru itu, dukungan masyarakat, terlebih pegawai, sangat diharapkan. Manfaatkanlah gaji ke-13 untuk kelangsungan pendidikan putra putri kita, jangan dipergunakan untuk keperluan lain,” kata Sekdakab, Bakri mengulangi harapannya.(Nasrul Rasyad)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s