perkebunan karet di kawasan Mangganti

Mangganti
Masyarakat Nagari Mangganti kecamatan Sumpur Kudus berharap kepada investor dan pemerintah kiranya dapat membangun kebun karet baru seluas 2000 hektar dalam upaya peningkatan produktifitas perkebunan karet di kawasan Mangganti sebagai pendongkrak perekonomian warga dimasa datang.
Harapan itu disampaikan oleh wali nagari Mangganti Syahrial yang ditemui Haluan Sabtu lalu di Mangganti sehubungan masih ada Ribuan hektar lahan tidur yang belum dijamah manusia antara nagari Mangganti ke nagari Durian Gadang kecamatan Sijunjung.
Keinginan ini telah disampaikan dalam Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kecamatan belum lama ini ,usulan setiap tahun kita masukkan namun reailisasi belum juga terwujud.
Dalam kegiatan Musrenbang banyak program pembangunan yang kita sampaikan,secara cepat dapat menyentuh dalam kehidupan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi diutamakan kebun karet.


Animo masyarakat selalu kita tampung,keinginan diawali dari musyawarah rencana pembangunan nagari,bermacam saran dan usulan yang datang dari masyarakat kesemua itu bermuara kepada kesejahteraan warga.
Ditempat yang terpisah Camat Sumpur Kudus Drs.Delta yang dihubungi Haluan membenarkan selama ini sejumlah warga hidup tergantung kepada pengolahan kayu mereka mengambil,mengangkut dari hutan dengan sistim menerima upah dari pedagang kayu,tapi beberapa bulan ini warga tidak dapat lagi bergerak dibidang ini karena takut razia,dari pada penghuni kandang situmbin lebih baik alih provesi.
Nagari Mangganti daerahnya perbukitan,mendatar jalan baru yang telah diabngun pemerintah daerah tahun 2004 lalu itu sangat besar artinya bagi masyarakat yang menghubungkan kedua nagari ini.
Jarak hanya berkisar 15 km,kiri kanan jalan hutanya masih perawan,kondisi jalan saat masih berstatus tanah,musim hujan tidak bisa dilewati kenderaan roda dua dan empat,namun demikian secara bertahap kelihatan warga telah membangun pemukiman disepanjang jalan baru itu.
Jalan baru dengan menelan dana APBN sekitar Rp 4 milyar itu pihak pemerintah bertujuan untuk membuka kantong-kantong lahan tidur agar dapat diolah,selama ini yang sulit masalah transprotasi.
Kawasan baru ini sangat r4amai dilalui oleh warga jika musim kemarau,sambil menikmati alam yang indah,sejuk belum dikotori oleh udara,pengembangan lahan ini sangat ditunggu oleh masyarakat.
Lahan kosong sangat luas sekali sulit kita kita hitung karena batasan sebelah ketimur langsung dengan provinsi Riau,katakanlah daerah Lisun,hutan yang masih asri belum pernah di olah oleh manusia.
Menurut Syahrial masih terdapat ribuan hektar lahi dibagian kawasan Lisun,sejumlah warga pergi kehutan Lisun mencari ikan,tidak tanggung-tanggung mereka membawa hasilnya cukup banyak,dari ikan kecil sampai besar mereka dagang,tapi sebelumnya sudah mereka Sangai terlebih dulu.
Kata warga yang masuk kekawasan Lisun mengetakan tidak terhitung jumlah kayu besar didalamnya,daerahnya datar,Batang Lisun cukup besar,kelihatan ikan banyak belum dimanfaatkan secara optimal,tutur wali (mashariyanto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s