PMI Lakukan Penyuluhan Flu Burung di SMA 9

Sijunjung

Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sumbar melakukan penyuluhan tata cara pencegahan avian influenza (flu burung), terhadap siswa SMAN 9 Sawahlunto Sijunjung, di sekolah tersebut, Kamis (21/6).
Penyuluhan yang dilaksanakan PMI Sumbar bersama pengurus PMI serta aparatur Dinas Peternakan dan Kantor Kesbangpol Sawahlunto Sijunjung, selain keluarga besar SMA 9, juga dihadiri muspika Sijunjung.
Dalam materi penyuluhannya, pengurus PMI Sumbar, Eko. N memaparkan, flu burung disebabkan oleh virus influenza yang umumnya menular pada unggas dan kadangkala babi.


Penyakit flu burung dapat menyebar dengan cepat membunuh kawanan unggas, bahkan hampir semua jenis burung, dalam waktu 48 jam. Tidak saja unggas, virus yang sangat berbahaya itu juga bisa menular kepada manusia.
Menurut Eko virus flu burung menyebar lewat butiran halus kotoran atau tetesan air, namun sebagian besar orang tertular melalui kontak langsung dengan ternak yang terinfeksi atau bersentuhan dengan kontoran unggas yang menderita flu burung.
Disamping itu, orang yang menyemblih, mencabuti bulu atau yang mempersiapkan unggas untuk dimasak, juga beresiko tinggi terkena infeksi.
Gejala flu burung, kata Eko sama dengan flu biasa, yaitu demam diatas 38”C, sakit tenggorokan, batuk mengeluarkan ingus, nyeri otot dan sakit kepala.
Ketika flu burung menginfeksi seseorang, virus menjadi agresif, daya tahan tubuh penderita menurun dan tingkat kefatalan cukup tinggi.
Namun perlu diketahui, mengkonsumsi makanan yang berasal dari unggas tetap aman asal disiapkan dan dimasak dengan cara yang benar, jelas Eko.
Yang juga perlu diingat dan dilakukan, tambah Eko, “kita dapat mencegah flu burung dengan mencuci tangan pakai sabun. Sembilan dari 10 kasus infuelenza, diakibatkan oleh tangan yang kotor menyentuh hidung atau mata seseorang. Kedua panca indra itu adalah jalan masuk utama bagi virus ke dalam tubuh manusia.”
Justru itu, cucilah tangan sesering mungkin. Setidaknya 10 kali dalam sehari. Usahakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air dengan air yang mengalir dan sabun secukupnya. Gosok 10-15 detik sebelum membilas. Pastikan tidak ada kotoran yang tersisa pada jari dan kuku, pesan Eko.
Yang juga merupakan upaya pencegahan, ulas Eko, ketika menyemblih unggas, hindari darah menempel di tubuh. Hindari mengadu ayam, karena percikan darahnya dapat menyebarkan virus. Kenakan sandal atau sepatu, masker dan sarung tangan, saat bekerja di kandang.
Disamping itu, jangan biarkan unggas masuk ke dalam rumah, jangan makan unggas yang mati karena penyakit, masak daging unggas sampai matang dan jangan makan telur mentah, pesan Eko. N.
Tentang penyuluhan flu brung, tambah Eko, hanya dilaksanakan pada 17 unit sekolah di Sumbar. Artinya tidak seluruh sekolah yang dapat jatah, hanya yang meminta yang diberi.
“Kebetulan, bapak Kepala SMA 9 Syafruddin, begitu mengetahui adanya peluang, langsung menangkapnya, sehingga penyuluhan bisa dilaksanakan pada hari ini,” jelasnya.
Terselenggaranya penyuluhan tata cara pencegahan flu burung, atas nama keluarga besar SMA 9, Kepala sekolah tersebut, Syafruddin, S. Pd mengucapkan terima kasih kepada pengurus PMI Sumbar serta PMI, aparatur Dinas Peternakan dan Kantor Kesbangpol Sawahlunto Sijunjung.
Dengan harapan materi yang disampaikan tidak hanya diserap oleh siswa dan majelis guru, tapi juga diaplikasikan dalam penghidupan sehari-hari, karena mencegah timbulnya penyakit jauh lebih baik dari pada menanggulanginya, terlebih penyakit flu burung yang sangat berbahaya.(nasrul rasyad)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s