Pabrik Maubel Dibangun di Muaro Takuang

Gubernur Letakan Batu Pertama

Sijunjung

Didampingi Bupati Darius Apan, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi meletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan kayu karet di nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Kamis (21/6).
Selain penjabat teras Pemprov Sumbar dan Pemkab Sawahlunto Sijunjung, peletakan batu pertama pembanguna pabrik yang akan mengola kayu karet untuk maubel, juga dihadiri investor yang menanamkan modal, Bupati Sarolangun Jambi serta segenap tokoh dan pemuka masyarakat Muaro Takuang.
Seiring dengan adanya minat investor untuk berinvestasi, sesuai bidang usaha dan potensi yang dimiliki Sumbar, gubernur minta kepada para bupati/walikota daerah mempermudah perizinan, jangan dengan birokrasi yang berbelit, apa lagi dipersulit.

Begitu juga setelah investor itu memulai usahanya, jangan terlalu banyak tuntutan yang pada akhirnya membuat investor lain enggan menanamkan modalnya. di Sumbar, karena hal itu tidak saja merigikan daerah, tapi masyarakat banyak.
Adanya investor yang mananamkan modalnya didaerah ini, selain peluang usaha bagi generasi muda yang belum memiliki pekerjaan tetap, juga berdampak positif terhadap perkembangan perekonomian daerah.
Menurut Gubernur, pendirian pabrik pengolahan kayu karet di Muaro Takuang, merupakan langkah awal bagi investor dalam menanamkan modalnya didaerah ini. Jika sukses tentu akan ada lagi perusahaan lain yang akan berinvestasi.
Disamping itu, pendirian pabrik ini juga merupakan pailot proyek bagi Sumatera Barat. Justru itu, semua pihak, terutama rakyat Muaro Takuang khusunya, harus berperan serta dalam menyukseskannya, pesan gubernur.
Sementara Bupati Darius Apan mengaku baru kali ini investor yang serius dalam menanamkan modalnya di Sawahlunto Sijunjung.
“Sudah tujuh tahun saya jadi Bupati, baru kali ini investor yang serius dan sungguh-sungguh dalam menanamkan modalnya. Justru itu, kepada dinas terkait saya tekankan supaya memberikan pelayanan terbaik dan prima, agar kita tidak kehilangan kesempatan dan peluang yang sangat berharga ini,” tekan bupati.
Direktur PT Kuatassi Wise Work, Jhoni Fermawan mengatakan, untuk membangun pabrik pengolahan kayu karet dan pabrik lainnya, diperkirakan menghabiskan dana Rp,1,333 triliun.
Sedangkan keuntungan yang akan diperoleh masyarakat, selain merupakan tambahan sumber ekonomi, karena seluruh kayu karet yang tidak potensi bisa dijadikan uang, peremajaan dan penanaman karet ke depan juga akan ditata sebaik munkin, supaya produksinya meningkat dari sebelumnya.
Menurut Jhoni, untuk wilayah Sumatera Barat, ditargetkan sekitar 200 ribu hektare kebun karet yang akan diremajakan. Dari jumlah itu 50 ribu hektare terdapat di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dan 50 ribu hektare di Dharmasraya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s