Mengenal nagari silokek

Nagari Silokek dan Durian Gadang kecamatan Sijunjung merupakan nagari yang banyak menelan jiwa manusia dimasa penjajahan Jepang,saat pembuatan jalan kereta api dari Muaro ke Loge provinsi Riau,sekarang masyarakat sudah lama merindukan arus liatrik,karena jarak dari ibu kabupaten sekitar 12 km.
Nagari Silokek selama ini terisolir,berkat adanya perhatian pemerintah kabupaten nagari tersebut telah dapat dilalui kenderaan roda empat,sebelumnya memanfaat sarana transportasi sampan.
Dengan masuknya aliran listrik dari nagari Muaro akan menambah peningkatan ekonomi rumah tangga,selama ini jauh dari alat komunikasi,warga yang pakai layar televisi yang punya disel pribadi.


Menurut Sukandi sekrestaris nagari yang ditemui Haluan kemaren mengatakan selain itu objek wisata dapat dikembangkan seperti lokasi pasir putih,ngalau Cigak,sejumlah ngalau yang butuh perhatian dari semua pihak,untuk pengembanganya dimasa adatang.
Listrik sudah kebutuhan pokok rumah tangga,perlu dipertimbangkan oleh pemerintah,dua nagari ini sangat membutuhkan sarana listrik tersebut,kata pemuka masyarakat nagari Silokek Nasir dalam percakapanya dengan Haluan karena sudah lama merindukan kehadiran arus listrik.
Nagari Silokek dan Durian Gadang tidak jauh dari ibu kabupaten (Muaro Sijunjung),menuju nagari ini kita dapat menikmati irama ombak Batang Kuantan,karena kita berada dipinggir Batang Kuantan sampai ke nagari Durian Gadang.
Sepanjang jalan itu bermacam jenis tumbuhan yang dapat kita nikmati,udara sejuk masih asri,pegunungan kiri kanan jalan menghiasi suasana kenikmatan mata memandang,bukit terjal dipinggir batang kuantan.
Arus listrik seharusnya sudah dapat masuk kenagari ini,beberapa kali pihak pemerintahan nagari menghubungi pihak PLN,namun realisasinya sampai sekarang belum juga ada,melalui pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan untuk membantu proses permohonan masyarakat tentang listrik ini,tutur Sukandi.
Sekarang jalan dari Muaro Sijunjung sedang diperbaiki,Insya Allah beberapa bulan lagi jalan ini akan hitam,sarana transportasi akan lancar menuju kawasan yang bersejarah ini.
Tidak bisa dihitung dengan jari korban jiwa yang merenggut nyawa manusia di sepanjang jalan kereta api dari Muaro ke Durian Gadang,kerja paksa membuat mereka korban,kerja banyak,makan kurang,akhirnya mati kelaparan dan bagi yang tidak kuat bekerja dibunuh.
Kalau diingat kata Nasir yang pendengaranya sudah kurang akibat hantaman senjata ketelinganya,kita bisa meneteskan air mata,waktu tengah malam saya (Nasir-Red) dapat lari menyelam ke Batang Kuantan,lari masuk hutan,dengan perut kosong,selama didalam hutan makan apa yang bisa dimakan.
Bukti sejarah bisa kita saksikan,jalan yang mobil sekarang dibawahnya adalah Rel kereta api,di jorong Silukah nagari Durian Gadang terdapat lokomotiv,sudah dijaga dan di lestarikan oleh pihak terkait,setiap hari libur kawasan ini ramai dikunjungi kaula muda.(MO).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s