Harapan warga Solok Ambah Kecamatan Sijunjung

Masyarakat nagari Solok Ambah kecamatan Sijunjung berharap kepada pemerintah kabupaten Sawahlunto/Sijunjung,untuk kelancaran proses belajar dan mengajar meminta guru PNS untuk Sekolah Satu Atap (SSA),dan sambungan listrik dari nagari Aie Angek.
Hal itu disampai wali nagari Solok Ambah kepada Wakil Bupati H.Yuswir Arifin saat mengadakan acara Barkaul Adat di jorong Bukit Tujuh,hadir acara ini kepala Dinas Perhubungan,kabag kesra,seluruh masyarakat,ditutup dengan makan berjamba.


Selain itu Husni Tamrin juga mengusulkan jalan yang menghubungkan nagari Solok Ambah dengan Aie Angek statusnya dapat ditingkatkan,sekarang baru berbentuk jalan tanah jaraknya sekitar 5 km.
Kawasan ini cukup banyak yang dapat dikembangkan karena berpotensi dibidang perkebunan,bahan tambang seperti bukit kaca,batu bara,kemudian kebun cassiavera sebab daerah ini udaranya sangat sejuk,tutur Husni.
Yuswir dalam pengaraharanya mengatakan,, pada hal nagari yang dipimpin Husni Tamrin baru tiga tahun terlepas dari belenggu isolasi,kiuta merasa bangga atas kerjasama yang dijalin semua pihak sehingga nagari ini betul-betul bebas dari belenggu keterisoliran.
Di bidang pendidikan misalnya, Sekolah Satu Atap (SSA) yang seharusnya dioperasikan mulai Juli mendatang, karena begitu tingginya animo masyarakat melanjutkan pendidikan putra putrinya, SSA sudah difungsikan sejak Juli 2006 lalu.
Begitu juga dalam membangun gedung SSA tersebut, meski dana yang tersedia hanya untuk tiga lokal, namun karena dikerjakan secara swadaya, masyarakat setempat mampu melengkapi dengan kantor majelis guru dan ruang pustaka.
Kantor majelis guru dan pustaka yang dibangun secara swadaya, nilainya diperkirakan Rp200 juta, sehingga nilai SSA secara keseluruhan, mencapai Rp500 juta lebih, pada hal anggaran pembangunan hanya Rp300 juta lebih.
“Sebetulnya, Rp300 juta lebih dana yang dikucurkan pemerintah, hanya untuk membangun tiga lokal SSA. Tapi karena dikerjakan secara swadaya, masyarakat mampu melengkapi dengan kantor majelis guru dan pustaka,” kata Wakil Kepala SSA, Saldi Nafri, S. Ag, di sekolah tersebut.
Sebanyak 37 siswa kelas tujuh SSA yang sudah belajar sejak Juli 2006, kata Saldi, seluruhnya tamatan SDN 12 dan SDN 38 Solok Ambah.
Siswa sebanyak itu dihadapi oleh 11 tenaga pengajar termasuk Kepala sekolah. Sembilan dari jumlah itu, adalah guru SDN 12 dan SDN 38 yang masih berstatus honor.
Meski sarana pendidikan ini berstatus SSA dengan tenaga pengajar mayoritas guru honor, namun dalam proses belajar mengajar sudah mengikuti kurikulum SMP standar, termasuk kegiatan estrakurikuler.
Selama ini tamatan SD pergi menyambung ke tingkat SLTP ke Tanjung Gadang,tidak mungkin berulang dari Solok Ambah,menginap di Tanjung Gadang menambah beban biaya dari orang tua wali murid,tapi sekarang dengan adanya SSA sudah terbantu ekonomi masyarakat.
Kedepan diharapkan tamatan SSA dari Solok Ambah bisa melanjutkan ke tingkat SLTA,wali murid dari sekarang sudah menyiapkan dana untuk anaknya yang ingin menyambung,terutama membangun kebun karet,menyuling minyak nilam sebagai sumber utama ekonomi warga,kata Husni.
Menyinggung permintaan warga tentang arus listrik yang belum masuk ke nagari Solok Ambah ,wakil bupati berusaha menghubungi pihak PLN,kalau dipikirkan jarak dari Aie Angek tidak begitu jauh,memang sudah kewajiban kita untuk memikirkan kehidupan warga dimasa datang,tambah Wabup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s