Pimpinan Bank Nagari Sijunjung Serahkan Klaim Asuransi Jiwa Rp174.682.440

Pimpinan Bank Nagari Sijunjung, Indra Rivai, SE, di ruang metting bank tersebut, Kamis kemarin menyerahkan klaim asuransi jiwa Rp174.682.440, kepada dua ahli waris nasabah keridit dan seorang ahli waris nasabah penabung sikoci.
Penyerahan klaim asuransi yang berlangsung dalam suasana haru, dihadiri Wakil Pimpinan Bank Nagari, Banteng Dono Sariro, SE dan petugas bagian perkeriditan pegawai, Yusef Rizal Idrus.
Nasabah keridit Jamran. J yang meninggal dunia 21 Januari 2007, secara keseluruhan klaim asuransi jiwanya Rp96.246.778. Setelah dipergunakan untuk pelunasan keriditnya Rp42.839.600, sisanya Rp53.407.178 diserahkan kepada ahli waris (isteri) almarhum, Arnialis.
Sementara nasabah keridit M. Sanin yang wafat 22 Maret 2007, klaim asuransinya Rp66.869.000. Dari jumlah itu Rp20.350.000 dipergunakan untuk pelunasan keridit, selebihnya Rp46.519.000 diserahkan kepada isteri almarhum, Darmawati.
Sedangkan nasabah penabung sikoci Minar yang meninggal dunia 15 April 2007, klaim asuransinya Rp11.566.662, diserahkan kepada anak almarhum, Ermawati bersamaan dengan penyerahan uang tabungan yang jumlahnya Rp33 juta.

Pimpinan Bank Nagari Sijunjung, Indra Rivai, SE, di ruang metting bank tersebut, Kamis kemarin menyerahkan klaim asuransi jiwa Rp174.682.440, kepada dua ahli waris nasabah keridit dan seorang ahli waris nasabah penabung sikoci.
Penyerahan klaim asuransi yang berlangsung dalam suasana haru, dihadiri Wakil Pimpinan Bank Nagari, Banteng Dono Sariro, SE dan petugas bagian perkeriditan pegawai, Yusef Rizal Idrus.
Nasabah keridit Jamran. J yang meninggal dunia 21 Januari 2007, secara keseluruhan klaim asuransi jiwanya Rp96.246.778. Setelah dipergunakan untuk pelunasan keriditnya Rp42.839.600, sisanya Rp53.407.178 diserahkan kepada ahli waris (isteri) almarhum, Arnialis.
Sementara nasabah keridit M. Sanin yang wafat 22 Maret 2007, klaim asuransinya Rp66.869.000. Dari jumlah itu Rp20.350.000 dipergunakan untuk pelunasan keridit, selebihnya Rp46.519.000 diserahkan kepada isteri almarhum, Darmawati.
Sedangkan nasabah penabung sikoci Minar yang meninggal dunia 15 April 2007, klaim asuransinya Rp11.566.662, diserahkan kepada anak almarhum, Ermawati bersamaan dengan penyerahan uang tabungan yang jumlahnya Rp33 juta.
Kepada ketiga ahli waris, pimpinan Bank Nagari, Indra Rivai berharap klaim asuransi yang diterima dipergunakan untuk menunjang kehidupan keluarga, baik untuk melanjutkan pendidikan putra putri maupun berdagang.
Dengan linangan air mata dan suara tersekat di kerongkongan, ketiga ahli waris kepada Singgalang mengaku sangat terharu dan bersyukur begitu mengetahui adanya klaim asuransi jiwa suami dan ibunya.
“Sungguh saya tidak tau kalau pinjaman suami saya menerima dana asuransi dalam jumlah yang cukup banyak. Karena tidak tau ada asuransi, semula saya sudah memikirkan bagaimana cara membayar utang yang masih tersisa. Namun ternyata pihak Bank Nagari cukup arif dan bijaksana, jangankan membayar utang, malah kami yang menerima uang. Untuk itu, tidak ada kata yang pantas saya ucapkan selain bersyukur kehadirat Allah SWT dan berterima kasih kepada Bank Nagari,” kata Arnialis sambil mengusab air mata yang berlinang.
Senada dengan Arnialis, Darmawati juga merasakan besarnya bantuan dan pertolongan Bank Nagari. “Bagi ambo gadang bana rasonya bantuan Bank Nagari ko. Sudahlah piti dipinjami untuak malapean sasak, suami maningga, utang lunas, piti untuak manyikolahkan anak diagialo,” urai Darmawati.
Begitu juga Ermawati, dia juga tidak mengetaui kalau tabungan ibunya diasuransikan. Ketidak tauan itu cukup beralasan, karena premi asuransi tabungan, Bank Nagari yang membayar. Sementara ahli waris penabung hanya menerima klaim asuransi.
Besarnya klaim asuransi jiwa yang dibayarkan PT Asuransi ABJ Bumi Putra dan PT Asuransi Bangun Askrida kepada ahli waris Jamran dan ahli Waris M. Sanin, menurut Indra Rivai dan Banteng Dono Sariro, karena Jamran memiliki lima polis asurasi setelah semasa hidupnya melakukan empat kali perpanjangan keridit. Begitu juga M. Sanin, juga mempunyai empat polis asuransi, setelah keridit diperpanjang sebanyak tiga kali.
Dari empat kali perpanjangan keridit, secara keseluruhan peremi asuransi yang dibayar Jamran, hanya Rp3.440.590. Sedangkan nilai klaimnya Rp96.246.778. Sementara premi asuransi yang dibayar M. Sanin, Rp1.283.118. klaimnya Rp66.869.000.
Setelah dipergunakan untuk melunasi keridit yang masih tersisa, selebihnya diserahkan kepada pihak ahli waris, tidak ada potongan lain. Begitu juga asuransi jiwa penabung, meski pereminya bank yang membayar, namun klaim asuransi seluruhnya diserahkan kepada ahli waris penabung, sebut Indra Rivai dan Banteng Dono Sariro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s