PENERIMAAN PEGAWAI KONTRAK

Ditengah gencarnya seruan dari MENPAN yang ditindaklanjuti Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dengan mengeluarkan surat larangan bagi daerah untuk menambah atau mengangkat tenaga honorer dilingkungan pemerintah masing-masing. Namun, Pemkab Sawahlunto Sijunjung tahun ini tetap menjalankan niatnya menerima 312 orang tenaga kontrak.

Penerimaan tenaga kontrak dilingkunang Pemkab Sawahlunto Sijunjung ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Darius Apan Nomor : 188.45/225/KPTS-BPT 2007. Bahwa, dalam rangka memenuhi kekurangan tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga strategsi lainnya dilingkungan Pemkab sawahlunto Sijunjung perlu kiranya dilakukan pengangangkatan tenaga kontrak.


Ditengah gencarnya seruan dari MENPAN yang ditindaklanjuti Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dengan mengeluarkan surat larangan bagi daerah untuk menambah atau mengangkat tenaga honorer dilingkungan pemerintah masing-masing. Namun, Pemkab Sawahlunto Sijunjung tahun ini tetap menjalankan niatnya menerima 312 orang tenaga kontrak.

Penerimaan tenaga kontrak dilingkunang Pemkab Sawahlunto Sijunjung ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Darius Apan Nomor : 188.45/225/KPTS-BPT 2007. Bahwa, dalam rangka memenuhi kekurangan tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga strategsi lainnya dilingkungan Pemkab sawahlunto Sijunjung perlu kiranya dilakukan pengangangkatan tenaga kontrak.

Kesempatan menjadi tenga kontrak yang di buka oleh Pemkab Sawahlunto Sijunjung tersebut ternayata mendapat antusias yang sangat besar dari kalangan masyarakat. Buktinya, pada pendaftaran yang dimulai tanggal 8 Mei 2007 yang berakhir kemarin, Kamis (10/5) sudah mendaftar sebanyak 2.500 orang lebih pelamar. Perinciannya, untuk tenaga teknis 1.144 orang, tenaga pendidik 890 orang dan tenaga kesehatan sekitar 1.000 orang.

“Data sementara yang berhasil kami himpun, untuk tenaga teknis sudah mendaftar sebanyak 1.144 orang, tenaga pendididik 890 orang dan tenaga kesehatan belum diketahui dengan pasti karena pendaftaran masih akan berlangsung sampai sore nanti,” jelas Kepala BKD Sawahlunto Sijunjung, Yunanto Masri dalam rapat kerja yang diadakan oleh komisi DPRD dengan eksekutif dilingkungan pemerintah setempat, Kamis (10/5).

Raker yang berlangsung di ruang sidang utama kantor DPRD Sawahlunto Sijunjung itu dipimpin Sarkawi dari Komisi A. Semenatara dari eksekutif diwakili oleh Asisten I Setdakab Syukur Hamidi, Kepala BKD Yunanto Masri, Kadinas Pendidikan Burhasman Bur, KTU Dinas Kesehatan John Iswar, KTU BPKD Hasmizon dan “Buya” Gusman dari Bawasda.

Dalam kesempatan itu, Sarijal dari Komisi A mengharapkan kepada eksekutif untuk terus berkoordinasi dengan legislatif dalam menentukan langkah-langkah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah. Jangan sampai, katanya, setelah alek berjalan pihak DPRD baru di kasih tahu. Hal yang sama juga disampaikan Kepridaus dari Komisi C.

“Saya kira Raker yang kita adakan ini sudah terlambat. Kalau bisa, jauh-jauh hari dilakukan koordinasi terlebih dahulu. Jangan sampai seperti ada jarak benang merah antara eksekutif dan legislatif dalam mengambil suatu kebijakan. Kita harapkan dalam penerimaan nanti diprioritaskan mereka yang sudah lama mengabdi, jangan anak-anak pejabat atau orang-orang tertentu,” ingat Kepridaus, legislator asal PKS.

Menanggapi itu, Asisten I Syukur Hamidi menegaskan, yang akan mendapat prioritas dalam penerimaan nanti memang orang yang sudah lama mengabdi kepada daerah, yang tidak masuk dalam kriteria yang sudah ditentukan oleh pemerintah pada test CPNSD lalu. Namun, di era transparansi seperti sekarang maka dibuka pengumuman.

“Ada yang sudah mengabdi, namun tidak memenuhi syarat diterima menjadi CPNSD di beri peluang menjadi tenaga kontrak. Begitu juga bagi tenaga komite atau pesuruh, dan pihak keluarga yang menyerahkan tanahnya untuk pembangunan gedung pemerintah, walau tidak memakai perjanjian tertulis akan diprioritaskan dengan tingkat gaji disesuaikan dengan tenaga honor dan jenjang pendidikan,” tegas Syukur Hamidi.

Ditambahkan oleh Kepala BKD Yunanto Masri, penerimaan tenaga kontrak ini dilakukan karena sudah dianggarkan dalam APBD Sawahlunto Sijunjung tahun 2007. Dalam perjanjian kontrak 1 Juli nanti akan dibuat kesepakatan tenaga kontrak tidak akan menuntut untuk diangkat menjadi CPNSD, sama halnya dengan tenaga honor daerah yang sudah masuk ke dalam data best yang dikeluarkan oleh BKN pusat.(MG 11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s