Sosialisasi Gempa

Sosialisasi gempa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab.Swl/ Sijunjung, Ir. H. Syamsuriezal Syafei, S.Psi, MM pada 23 maret 2007 yang lalu di operation room, menjelaskan secara detail tentang bencana alam Geologi.
Bencana alam geologi adalah Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh proses-proses geologi, yang mengakibatkan jatuhnya korban, penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana-prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan kehidupan masyarakat .


Sosialisasi gempa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab.Swl/ Sijunjung, Ir. H. Syamsuriezal Syafei, S.Psi, MM pada 23 maret 2007 yang lalu di operation room, menjelaskan secara detail tentang bencana alam Geologi.
Bencana alam geologi adalah Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh proses-proses geologi, yang mengakibatkan jatuhnya korban, penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana-prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan kehidupan masyarakat .
Dan jenis bencana alam geologi ini adalah Gunung api/vulkanik, Gempa bumi (tektonik)/ tsunami, Gerakan tanah (longsor), Banjir dan Bencana geologi lainnya seperti ; erosi, sedimentasi, abrasi, pelarutan fisik-kimia, tanah / batuan dan kebakaran batu bara.
Bencana Alam Geologi yang berpotensi Besar terjadi di wilayah Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung adalah :
1. Bencana Gerakan Tanah (tanah longsor)
Perpindahan material pembentuk lereng, berupa Batuan, bahan rombakan, tanah,atau material campuran tersebut bergerak kebawah/keluar lereng. Proses terjadinya air yang meresap kedalam tanah akan menambah bobot tanah, jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan diatasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng

Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah, sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng, air, beban, serta berat jenis tanah dan batuan
2. Bencana Banjir
Cuaca/iklim yang ekstrim berpotensi menimbulkan bencana banjir, dengan perincian Curah hujan lebat 50-100 mm/hari,curah hujan sangat lebat diatas 100 mm/HARI yang akan mengakibatkan Banjir atau gerakan tanah.

Dijelaskan lagi oleh Kepala Distamben bahwa bencana Banjir disebabkan 2 faktor yaitu pertama oleh Faktor alam seperti Curah hujan tinggi, salju mencair, terbentuknya bendung es di aliran sungai, bongkah Gletser yang jatuh ke genangan air atau danau. Yang kedua adalah Faktor ulah manusia, seperti urbanisasi, Penggundulan hutan, Kanalisasi, bendungan pecah, modifikasi cuaca dan kegiatan pembukaan lahan.
Beralih kepada topik yang berikutnya tentang gempa dijelaskan bahwa Pengertian Gempa tektonik adalah Berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif yang terjadi karena persinggungan lempeng-lempeng litosfer.
Gempa bumi yang hebat umumnya disebabkan oleh proses tektonik, yang terjadi karena pergerakan lempeng kerak bumi. Lempeng samudera yang mengapung pada lapisan yang bersifat padat tetapi sangat panas, mengalir secara perlahan, seperti cairan dengan viskositas (kekentalan) tinggi. Apabila batas elastisitas batuan terlampaui akibat tekanan, tarikan dan geseran, maka akan terjadi pensesaranbatuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba yang menyebar ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi atau gelombang seismik.
Pada zona patahan, getaran gempa bumi dapat terjadi akibat gerak relatif naik yang disebut patahan (sesar) naik, gerak relatif turun (patahan/sesar turun) dan gerak relatif geser (patahan/sesar geser).
Getaran tanah yang ditimbulkan oleh lewatnya gelombang seismik yang dipancarkan dari suatu sumber energi elastik yangdilepaskan secara mendadak.
Energi elastik tersebut terakumulasi secara bertahap di lokasi sumber gempa dengan kecepatan yang tidak selalu sama besarnya.

PROSES TERJADINYA GEMPA BUMI
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menumbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s