Master Plan Rumah sakit swl/sijunjung

Rencana Pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sudah dimulai dengan presentasi oleh konsultan PT. Atra Widiya Agung (AWA), Kamis lalu dihadapan Bupati Darius Apan, Asisten II Ir. Zafrul Zamzami dan Panitia Pembangunan RSUD, di operation room Kantor Bupati.
Sebelum presentasi dimulai, bupati mengatakan dulunya Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung telah memiliki Rumah Sakit yang terletak di Pulau Punjung. Seiring dengan dimekarkannya kabupaten ini, Rumah Sakit yang terletak diwilayah pemekaran otomatis menjadi milik Kabupaten Dharmasraya, sehingga Sawahlunto/Sijunjung sudah empat tahun tidak memiliki Rumah Sakit.


Rencana Pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sudah dimulai dengan presentasi oleh konsultan PT. Atra Widiya Agung (AWA), Kamis lalu dihadapan Bupati Darius Apan, Asisten II Ir. Zafrul Zamzami dan Panitia Pembangunan RSUD, di operation room Kantor Bupati.
Sebelum presentasi dimulai, bupati mengatakan dulunya Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung telah memiliki Rumah Sakit yang terletak di Pulau Punjung. Seiring dengan dimekarkannya kabupaten ini, Rumah Sakit yang terletak diwilayah pemekaran otomatis menjadi milik Kabupaten Dharmasraya, sehingga Sawahlunto/Sijunjung sudah empat tahun tidak memiliki Rumah Sakit.
“Karna banyaknya masyarakat Sawahlunto/Sijunjung yang berobat ke Kota Sawahlunto dan Kota Solok, sehingga memerlukan biaya yang cukup banyak, menuntut kita membangun sebuah RSUD yang nantinya menjadi kebanggaan masyarakat dan satu hal yang penting adalah biaya pengobatan yang terjangkau oleh masyarakat,” tutur Bupati.
RSUD yang akan didirikan di Sicincin Tanah Badantuang secara keseluruhan memerlukan dana Rp.50 Milyar. Karna keterbatasan dana Pemkab, dianggarkan secara bertahap, pada APBD 2007 Rp. 25 milyar, tahun 2008 Rp. 15 milyar dan tahun 2009 Rp.10 milyar. Pembangunan yang dimulai tahun ini direncanakan selesai tahun 2009, ujar bupati.
Presiden direktur (Presdir) dari Perusahaan yang telah mempunyai sertifikat Quality management System ISO 9001/:2000 yaitu sertifikat Standar dari suatu perusahaan Konsultan, menerangkan secara detil masterplan yang telah dibuatnya.
Presentasi juga disertai dengan visual dari masterplan Rumah Sakit yang pernah dibuatnya. Antara lain Rumah Sakit Kota Padang Panjang, Rumah Sakit Kabupaten Sorong, Papua dan Rumah Sakit Menado.
Hardito menambahkan, dari sekian banyak rumah sakit yang dibangun, rumah sakit di Sorong memiliki fasilitas untuk penderita HIV yang letak bangunannya dipisahkan dari ruangan lain. Untuk menampung penderita HIV yang cukup banyak didaerah ini.
Terlihat digrafis visual masterplan tersebut, ruangan operasi, laboratorium, UGD, ICU, Klinik dan lainnya seperti suasana di Hotel saja. Dan itu dipertegas lagi oleh Konsultan bahwa kami merancangnya lebih bagus tanpa membebani keuangan daerah,.”Semua alat-alat pendukung Kesehatan dari Rumah Sakit tidak harus yang bertipe High End (harga tinggi) tapi bisa juga Low End (harga rendah)” Ujar Hardito sembari memberikan senyuman.
Dan menurut Perencanaan, Masterplan RSUD yang menelan biaya Rp.180 milyar ini dijadikan 1 (satu) paket. Dimaksudkan agar bangunan fisik yang sudah jadi, tidak lagi dibongkar pasang, apabila membeli alat baru . “Biaya 180 milyar itu sudah termasuk juga biaya pelatihan SDM dokter dan Perawat yang akan ditempatkan di Rumah Sakit ini.
Faktor kebersihan dan keindahan dari Rumah Sakit ini sudah dipikirkan matang-matang, seperti pembuangan limbah cair atau pun padat.”jelas Hardito. Apabila dipresentasekan 45% Fisik dan 55% Equipment ( IT, pelatihan dan alat-alat).
Tidak tertutup kemungkinan biaya Rumah Sakit 180 milyar itu menjadi rendah apabila masterplan ini dirancang lagi sesuai dengan kebutuhan.” Masterplan ini yang kami buat ini baru sebatas asumsi kami sebagai konsultan, apabila Pemkab Sawahlunto/Sijunjung ingin yang sesuai dengan kebutuhan daerah, kami siap memperbaikinya lagi” ujar Hardito.
Sebelum presentasi ditutup, pimpinan Puskesmas Sungai Lansek, dr. Edwin Suprayogi mengajukan pertanyaan mengenai ruangan bangsal yang identik dengan kotor dan tidak nyaman, bisa dirubah ciri khasnya tersebut seperti kelas VIP pada bangunan RSUD yang akan dibangun ini. ”Bisa saja karna semua itu tergantung SDM dan alat pendukung dari RSUD tersebut. Bukan karna Bangunan yang megah dan mewah,”menutup pembicaraannya dengan peserta rapat. (doni aries)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s