SETIAP JENJANG KELAS SMA ADA YANG DIUNGGULKAN

Menjawab pertanyaan dewan tentang kegiatan sekolah unggul SMA dengan dana Rp523.056.000, Bupati Darius Apan menjelaskan, berdasarkan pembicaraan dengan ketua DPRD, pada pembahasan di Bukittinggi, persepsi yang terbentuk, dana Rp523.056.000 hanya dugunakan untuk SMA 1 Sawahlunto Sijunjung, sebenarnya tidak.

“Kita belum memprogramkan SMA I sebagai sekolah unggul secara utuh. Program kita adalah, pada setiap jenjang kelas SMA ada yang diunggulkan. Khusus SMA I disiapkan dua kelas perjenjang. Sedangkan pada SMA lain hanya satu kelas, sehingga bila program ini disetujui, dana yang dianggarkan digunakan untuk melayani 21 rombongan belajar pada 10 SMA,” jelas bupati.


Menjawab pertanyaan dewan tentang kegiatan sekolah unggul SMA dengan dana Rp523.056.000, Bupati Darius Apan menjelaskan, berdasarkan pembicaraan dengan ketua DPRD, pada pembahasan di Bukittinggi, persepsi yang terbentuk, dana Rp523.056.000 hanya dugunakan untuk SMA 1 Sawahlunto Sijunjung, sebenarnya tidak.

“Kita belum memprogramkan SMA I sebagai sekolah unggul secara utuh. Program kita adalah, pada setiap jenjang kelas SMA ada yang diunggulkan. Khusus SMA I disiapkan dua kelas perjenjang. Sedangkan pada SMA lain hanya satu kelas, sehingga bila program ini disetujui, dana yang dianggarkan digunakan untuk melayani 21 rombongan belajar pada 10 SMA,” jelas bupati.
Program ini digulir, supaya anak didik yang memiliki potensi mendapat pelayanan lebih agar bisa bersaing dengan siswa dari daerah lain yang mempunyai fasilitas belajar di luar sekolah.

Menyikapi semangat anggota DPRD untuk menyediakan dana pendirian sekolah unggul berapun besarnya asal ada program yang jelas, bupati mengucapkan terima kasih. Tapi karena keterbatasan dana, semangat itu belum terdukung oleh APBD.

Saran dewan agar Pemkab mengalokasikan dana untuk melengkapi fasilitas pendidikan di sekolah, terutama SLTP dan SLTA, seperti peralatan laboratorium IPA, bahasa dan multi media, supaya tidak terjadi lagi pembelajaran yang sifatnya verbalisme, secara subtansi dapat disetujui.

Tentang magang guru ke sekolah favorit, dijelaskan bahwa memagangkan guru sebagai upaya pembelajaran, memang langkah yang baik. Namun karena jumlah guru terbatas pada semua jenjang dan mata pelajaran, mengeluarkan guru untuk waktu yang lama sangat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar.

Saat ini saja, karena adanya guru yang melanjutkan pendidikan, mengatur jadwal tenaga pengajar, pihak sekolah sudah kerepotan. Untuk itu, program magang yang diusulkan dewan belum bisa dilaksanakan.

Menyikapi harapan dewan agar Pemkab mendorong pembentukan LSM di bidang pendidikan, bupati menjelaskan bahwa lahirnya LSM di tengah masyarakat, sifatnya mandiri sesuai aspirasi yang akan diperjuangan oleh LSM tersebut.

LSM sebagai lembaga swadaya, tentunya gerakan masyarakat yang bersifat swadaya murni yang tidak mungkin didorong. Lembaga ini akan tumbuh berdasarkan inisiatif masyarakat, sementara Pemda hanya memfasilitasi, sebut bupati.

Tentang SMP 7 Sawahlunto Sijunjung yang menurut dewan sudah saatnya dimekarkan, karena jumlah siswanya mencapai 617 orang, dijelaskan bahwa besar kecilnya sebuah sekolah dalam aturan Depdiknas sudah ditetapkan/dibakukan sesuai tipenya.

Tipe diatur agar sebuah sekolah tetap dalam kapasitas rentang kendali manajemen kepala sekolah. Sebuah SMP dikatakan tipe A dengan jumlah rombongan belajar 27 kelas dan siswa 1.080 orang. Tipe B 18 rombongan belajar dan murid 720 orang. Tipe C sembilan rombongan belajar, jumlah siswa 360 orang.

Sedangkan SMP 7 masih dalam kategori tipe B, sehingga belum perlu dimekarkan. Kecuali bila lahan yang ada tidak memungkinkan untuk pengembangan sekolah, sementara jumlah siswa sangat memerlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s