Rektor IPDN Kaget Dinonaktifkan

Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi mengaku kaget mendengar penonaktifan dirinya, namun ia menyatakan akan menaati dan tidak mempermasalahkannya.

“Kalau toh benar kabar penonaktifan itu, it`s no problem, bila ini merupakan kebijakan pimpinan yang harus ditaati. Sebagai pegawai negeri saya sudah siap, dan saya bisa kembali menjadi dosen,” katanya menjawab pertanyaan wartawan seputar penonaktifannya sebagai Rektor IPDN di Sumedang, Rabu.

Dia mengatakan, dirinya tidak tahu ada kabar itu (penonaktifan). “Yang jelas saya dipanggil ke Jakarta untuk melaporkan perkembangan kasus kematian seorang Praja, dan termasuk adanya aksi demo anak-anak mahasiswa dari kampus lain dan persoalan yang lainnya,” katanya.

Nyoman juga belum tahu rencana ke depan terkait penonaktifan dirinya itu. “Saya belum punya rencana kedepan, itu tergantung bagaimana tim evaluasi, bagaimana pak Presiden, bagaimana Mendagri dan bagaimana kebijakan yang lainnya,” ujarnya berapi-api.


Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi mengaku kaget mendengar penonaktifan dirinya, namun ia menyatakan akan menaati dan tidak mempermasalahkannya.

“Kalau toh benar kabar penonaktifan itu, it`s no problem, bila ini merupakan kebijakan pimpinan yang harus ditaati. Sebagai pegawai negeri saya sudah siap, dan saya bisa kembali menjadi dosen,” katanya menjawab pertanyaan wartawan seputar penonaktifannya sebagai Rektor IPDN di Sumedang, Rabu.

Dia mengatakan, dirinya tidak tahu ada kabar itu (penonaktifan). “Yang jelas saya dipanggil ke Jakarta untuk melaporkan perkembangan kasus kematian seorang Praja, dan termasuk adanya aksi demo anak-anak mahasiswa dari kampus lain dan persoalan yang lainnya,” katanya.

Nyoman juga belum tahu rencana ke depan terkait penonaktifan dirinya itu. “Saya belum punya rencana kedepan, itu tergantung bagaimana tim evaluasi, bagaimana pak Presiden, bagaimana Mendagri dan bagaimana kebijakan yang lainnya,” ujarnya berapi-api.

Sementara itu salah seorang dosen IPDN Inu Kencana Syafei menyambut positif kebijakan penonaktifan sementara Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi tersebut. “Saya menilai, langkah itu sangat tepat untuk dapat memperbaiki IPDN secara menyeluruh dan fundamental,” katanya.

Dia berpendapat hal itu tepat karena dia (Nyoman) telah melakukan pembenaran terhadap tindak kekerasan yang selama ini terjadi di IPDN.

Namun dosen Ilmu Pemerintahan ini tidak mau berkomentar banyak ketika ditanya langkah apa yang seharusnya diambil setelah Sumaryadi dinonaktifkan. “Saya kan baru dengar, ini juga dari kawan-kawan wartawan dan itu perlu ditelusuri dan dilacak kepastiannya terlebih dahulu,” jelas Inu.

Ketika ditanya apakah Inu siap menggantikan I Nyoman untuk menjadi Rektor IPDN, dengan tegas Inu menolak mentah-mentah. “Saya menolak. Kalau saya mau berarti saya ambisius. Saya tidak butuh jabatan,” tandasnya.

Kampus IPDN Rabu siang hingga sore nampak tidak berubah suasananya terkait informasi penonaktifan Nyoman. Para praja masih tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa.

Tetapi ada juga praja yang saling berbisik ketika para wartawan menanyakan perihal penonaktifan Nyoman. “Apa iya pak Nyoman dinonaktifkan, saya tidak percaya mungkin itu hanya isu yang diembuskan para wartawan saja,” bisik praja yang tidak jauh dari kumpulan wartawan sehabis mewawancarai I Nyoman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s