Persiju Juara Grub E




Meski hanya bermain imbang 1-1 (1-0) dengan PSKPS Pasaman, pada pertandingan akhir di lapangan M. Yamin Muaro Sijunjung, Jumat (30/3), namun Persiju tidak saja lolos ke semifinal kompetisi divisi III PSSI Sumbar, tapi juga keluar sebagai juara grub E.
Tampilnya tim yang diasuh trio pelatih Effendi, Jhoni Asmadi, S. Pd dan Heru PP, S.Pd sebagai pemuncak babak II putaran satu gurub E, setelah mengantongi poin empat, hasil dari sekali menang sekali seri.

Meski hanya bermain imbang 1-1 (1-0) dengan PSKPS Pasaman, pada pertandingan akhir di lapangan M. Yamin Muaro Sijunjung, Jumat (30/3), namun Persiju tidak saja lolos ke semifinal kompetisi divisi III PSSI Sumbar, tapi juga keluar sebagai juara grub E.
Tampilnya tim yang diasuh trio pelatih Effendi, Jhoni Asmadi, S. Pd dan Heru PP, S.Pd sebagai pemuncak babak II putaran satu gurub E, setelah mengantongi poin empat, hasil dari sekali menang sekali seri.
Ke semifinal, tuan rumah didampingi Pasaman Barat (Pasbar) yang menempati posisi runer up grub E. Kendati pada laga pertama tim yang diasuh Suprianto kalah 1-2 dari Persiju, namun dalam pertandingan kedua mampu menundukan PSKPS 1-0, sehingga mengantong poin tiga.
Seiring dengan majunya Persiju dan Pasbar ke semifinal, tanpa dapat dihindari PSKPS tersingkir dari kompetsi divisi III PSSI Sumbar tahun 2007, karena dalam dua kali pertandingan tim yang diasuh Irmanto hanya memetik poin satu, hasil dari sekali kalah dan sekali seri.
Sementara pada pertandingan babak II putaran satu grub D yang digelar di lapangan Subarang Batuang Payakumbuh, tim yang lolos ke semifinal adalah Persepak Payakumbuh dan Persis Kota Solok. Sedangkan PSBS Batu Sangkar tersingkir dari kompetisi.
Informasi itu diterima ketua penyelenggara pertandingan gurub E, Darwin Darta, seusai laga Persiju dengan PSKPS. “Informasi yang saya terima barusan, di grub D tim yang lolos adalah Persepak dan Persis,” kata Darwin menjawab Singgalang.
Jika pada semifinal pertandingan digelar dengan sistim silang, tambah Darwin , Persiju akan berhadapan dengan Persis dan Pasbar bertemu dengan Persepak. Tapi kapan dan dimana semifinal dilaksanakan, Darwin belum mengetahui secara pasti.
Cepat dan keras
Laga Persiju dengan PSKPS yang hasilnya menentukan tim mana yang tersingkir, berlangsung cepat dan keras, sehingga wasit nasional Aswandi, S. Pd dari Pyakumbuh yang memimpin pertandingan, terpaksa mengeluarkan lima kartu kuning. Tiga untuk tuan rumah, dua dihadiahkan kepada tim Pasaman.
Kendati hanya membutuhkan seri untuk lolos ke semifinal, namun Persiju tetap tampil ngotot, sehingga melalui serangan yang terkoordinir, sepanjang babak pertama cukup banyak peluang emas yang diperoleh, tapi karena penyelesaian akhir selalu tergesa-gesa, tidak satupun yang membuahkan gol.
Malah sebaliknya PSKPS yang lebih dulu memetik kemenangan. Gol yang menyentakan sekitar 6000 penonton, termasuk Wakil Bupati Sawahlunto Sijunjung Yuswir Arifin yang juga ketua umum Persiju, diciptakan stiker PSKPS, Andiko pada menit ke-35, setelah berhasil menjinakan sikulit bundar dalam satu kemelut di depan gawang Persiju.
Bergetarnya jala Erius Alexi, tidak saja mengagetkan ribuan pendukung Persiju, tapi juga sempat mengacaukan permainan tuan rumah. Akibatnya, meski peluang untuk membobol gawang PSKPS cukup banyak, gol balasan tak kunjung terwujud, sehingga kedudukan 1-0 untuk PSKPS tidak berubah sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Kepala Persiju Effendi mengganti dua pemain intinya yang mengalami berat kaki, sakit kepala dan muntah-muntah secara tibaba-tiba. Masuknya Dedet dan Guswendri yang sejak kompetisi divisi III digelar selalu duduk di bangku cadangan, frekwensi serangan yang dibangun Persiju semakin cepat dan gencar.
Buktinya pada babak kedua peluang Persiju untuk menyamakan kedudukan lebih banyak, dibanding babak pertama. Tapi karena sulitnya membobol gawang PSKPS yang dikawal Haristo, gol yang membuat tribun gemuruh baru tercipta di ujung pertandingan, menit ke-87.
Gol yang mengantarkan Persiju menjuarai grub E, diciptakan Hendri Adrianto dengan kaki kiri, memanfaatkan umpan datar yang disodorkan Firman Syarif.
Prustasi
Karena begitu sulitnya menjaringkan gol, terlebih pada babak pertama dan paruh babak kedua, pemain tuan rumah tidak saja prustasi, tapi kubu Persiju juga mensinyalir ada kekuatan non teknis “dukun” yang membentengi gawang PSKPS, sehingga sebelum babak kedua dimulai mereka berupaya mengatasinya.
Munculnya dugaan “klasik” yang menjadi pembicaraan hangat sesusai pertandingan, disamping cukup banyak peluang emas yang tidak membuahkan gol, juga karena adanya beberapa pemain Persiju yang mengalmi berat kaki, sakit kepala dan muntah-muntah secara tiba-tiba, bahkan dua diantaranya terpaksa diganti karena tidak kuat lagi untuk main. Malah Agus Tarnadi langsung demam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s