Tunjangan Daerah (Tunjada)


Bupati Sawahlunto/Sijunjung Darius Apan berharap anggota pegawai negeri sipil (PNS) sebagai pelayan masyarakat harus bersemangat dan bergairah dalam melaksanakan tugas serta tugas yang diemban agar dipertanggung jawabkan, karena di tahun 2007 ini frekwensi kerja semakin berat dan kompleks.
Hal itu disampaikan bupati dalam sambutanya pada acara apel gabungan Senen lalu dihalaman kantor bupati sehubungan tahun 2007 kita akan memberlakukan tunjangan Daerah (Tunjada) tidak ada bermain-main dalam hal melaksanakan tugas,absensi sangat menentukan,kita membutuhkan PNS yang berprofesional.


Bupati Sawahlunto/Sijunjung Darius Apan berharap anggota pegawai negeri sipil (PNS) sebagai pelayan masyarakat harus bersemangat dan bergairah dalam melaksanakan tugas serta tugas yang diemban agar dipertanggung jawabkan, karena di tahun 2007 ini frekwensi kerja semakin berat dan kompleks.
Hal itu disampaikan bupati dalam sambutanya pada acara apel gabungan Senen lalu dihalaman kantor bupati sehubungan tahun 2007 kita akan memberlakukan tunjangan Daerah (Tunjada) tidak ada bermain-main dalam hal melaksanakan tugas,absensi sangat menentukan,kita membutuhkan PNS yang berprofesional.
Tidak waktunya lagi anggota PNS untuk berleha-leha,duduk santai tapi harus agresif,cari terobosan baru untuk menciptakan nuansa baru dilingkungan bekerja,kepada seluruh pimpinan SKPD agar selalu mengawasi bawahanya,bagi yang lalai secepatnya ditegus,kedepan kita minta anggota PNS adalah pelayan masyarakat yang prima.
“Tahun 2006 telah berlalu dengan segala keindahan dan kegetirannya serta tidak akan pernah kembali. Memasuki tahun 2007 saya berharap pejabat dan pegawai lebih bersemangat dan bergairah dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, karena kedepan prekwensi kerja akan semakin berat dan kompleks,” kata bupati di ruang kerjanya.
Sebagaimana telah diprogramkan, ulas bupati, dalam upaya memacu pembangunan daerah yang bermuara kepada peningkatan ekonomi dan kesejahtraan rakyat, pada tahun 2007 cukup banyak kegiatan yang akan dilaksanakan.
Kegiatan yang akan digulir, diantaranya menjadikan satu nagari sebagai pailot proyek pembangunan dalam setiap kecamatan, meningkatkan jumlah rehab rumah tidak layak huni, menerapkan berbagai program pembangunan yang dipelajari tim kelompok kerja (Pokja) Pemkab Sawahlunto Sijunjung, di Jawa Tengah, mengentas kemiskinan dan upaya menuntaskan program wajib belajar (Wajar) sembilan tahun.
Dalam memacu dan mewujudkan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai tahun 2007, Pemkab akan “mengeroyok” satu nagari pada setiap kecamatan.
Artinya, satu nagari dalam setiap kecamatan akan dijadikan pailot proyek pembangunan, dengan melaksanakan program seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sesuai potensi dan kebutuhan nagari tersebut.
Tentang merehab rumah tidak layak huni yang tahun ini dilaksanakan tiga unit/nagari, jika keuangan memungkinkan, tahun depan jumlah yang direhab akan ditingkat.
Penambahan jumlah rehab dilakukan, supaya seluruh rumah tidak layak huni yang ada di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung bisa diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama, minimal pada tahun 2010 sudah tuntas.
Sementara hasil magang Pokja yang akan diterapkan, antara lain dibidang kelembagaan dan aparatur, bidang peternakan dan perikanan, pertanian, perencanaan, pendidikan, keuangan dan Koperindag, ke-PU-an serta bidang Teknologi Informasi (TI).
“Langkah awal dari program pembangunan yang akan diterapkan, sesuai bidangnya, kepada seluruh pimpinan SKPD saya sudah menekankan supaya membuat perencanaan sematang mungkin,” jelas bupati.
Sementara dalam upaya mengentas kemiskinan, pada tahun 2007, kegiatannya harus dilaksanakan lebih terfokus dan serius. Karena kehidupan rakyat tidak akan berubah jika Pemkab hanya sekedar mendata Kepala Keluarga (KK) miskin, membicarakan, membahas dan mendiskusikan saja.
Supaya program pengentas kemiskinan bisa terlaksana sesuai sasaran dan harapan, data keluarga miskin harus lengkap, akurat, rinci dan mendetail. Artinya yang didata bukan hanya jumlah KK miskin, tapi juga penyebab kemiskinan dan solusi yang lebih tepat untuk mengatasinya.
Menyangkut pendidikan, sebagaimana diketahui, pendidikan yang rendah, merupakan salah satu penyebab kemiskinan. Justru itu, ke depan seluruh anak usia sekolah harus menuntaskan pendidikan, minimal sampai tamat SLTP.
Melalui pendidikan, akan diputuskan mata rantai kemiskinan, karena pendidikan yang rendah, menyebabkan lemahnya sumber daya manusia yang memicu minimnya penghasilan, sehingga klimaksnya melahirkan lingkaran kemiskinan yang berkelanjutan.(MO).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s