KAPOLRES PRIYO WIDYANTO


Pepatah Minangkabau tagak di kampuang mamaga kampuang, tagak di nagari mamaga nagari, tagak di bangso mamaga bangso, merupakan dasar bagi masyarakat untuk berperan dan bertanggungjawab dalam menjaga dan membela kampung serta nagari dan bangsa.

Pepatah ini juga sejalan dengan pasal 30 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang diimplementasikan dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam bentuk pengamanan swakarsa, dengan dasar kemauan, kesadaran dan kepentingan masyarakat itu sendiri, kata Kapolres Sijunjung AKBP Drs. Priyo Widyanto, MM.


Pepatah Minangkabau tagak di kampuang mamaga kampuang, tagak di nagari mamaga nagari, tagak di bangso mamaga bangso, merupakan dasar bagi masyarakat untuk berperan dan bertanggungjawab dalam menjaga dan membela kampung serta nagari dan bangsa.

Pepatah ini juga sejalan dengan pasal 30 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang diimplementasikan dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam bentuk pengamanan swakarsa, dengan dasar kemauan, kesadaran dan kepentingan masyarakat itu sendiri, kata Kapolres Sijunjung AKBP Drs. Priyo Widyanto, MM.

Berkaitan dengan itu, ulas Kapolres, pimpinan Polri mengembangkan konsep perpolisian masyarakat (Polmas) sebagaimana tertuang dalam keputusan Kapolri Nomor 737 tahun 2006 tentang penerapan perpolisian masyarakat.

Dalam konsep tersebut, Polri dan masyarakat menjadi mitra yang sejajar dalam upaya memelihara Kamtibmas di lingkungan masing-masing, dengan cara melakukan pencegahan terhadap segala bentuk kegiatan dan perbuatan yang potensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Konsep Polmas ini, diaktualisasikan dalam bentuk Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang akan bekerja pada Balai Kemitraan Polisi Masyarakat (BKPM).

Pada BKPM yang merupakan wadah pertemuan polisi dengan masyarakat, dibicarakan dan diselesaikan setiap permasalahan yang terjadi, dengan tidak mengabaikan aturan hukum yang berlaku.

Polmas kata Kapolres, adalah model pemolisian yang menekankan pendekatan kemanusiaan, personalisasi layanan, penempatan anggota secara tetap pada suatu wilayah, desentralisasi, sebagai perwujudan dari kepolisian sipil yang menempatkan masyarakat sebagai mitra kerja yang setara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s