Operasi Pasar Beras Murah


Pemerintah kabupaten Sawahlunto/Sijunjung melakukan Operasi Pasar beras murah kebeberapa pasar dalam upaya membantu rakyat miskin dalam kebutuhan beras bekerja sama dengan Perum Bulog Sub Divre Wilayah II Solok dengan harga Rp3.700/kg.
Pemkab Sawahlunto Sijunjung menjual yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Senin lalu di pasar Senin Palangki, diserbu masyarakat Palangki dan sekitarnya.


Pemerintah kabupaten Sawahlunto/Sijunjung melakukan Operasi Pasar beras murah kebeberapa pasar dalam upaya membantu rakyat miskin dalam kebutuhan beras bekerja sama dengan Perum Bulog Sub Divre Wilayah II Solok dengan harga Rp3.700/kg.
Pemkab Sawahlunto Sijunjung menjual yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Senin lalu di pasar Senin Palangki, diserbu masyarakat Palangki dan sekitarnya.
Menurut kepala Dinas Koperindag Yusrizal,SE dalam percakapanya dengan Haluan Minggu lalu mengatakan masyarakat Palangki dan Muaro Bodi, yang selama ini dirisaukan dengan harga beras yang selalu mengalami kenaikan, pagi tadi merasa sangat terbantu sekali, dengan adanya operasi pasar yang diadakan Dinas Koperindag tersebut.
Mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan beras sejak pagi hari, sehingga 6 ton beras yang dialokasikan tak bertahan lama.
Dari pengakuan beberapa orang masyarakat, operasi pasar khusus beras, yang digelar Pemkab Sawahlunto Sijunjung melalui Dinas Koperidag, sangat membantu sekali. Sebab dengan kondisi sekarang, dimana harga beras yang melambung tinggi, sementara mata pencaharian juga sulit, membuat kehidupan masyarakat sekain tertekan.
Tapi dengan adanya beras murah tersebut, setidaknya telah membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok.
Harga beras operasi pasar yang dilakukan Dinas Koperindag adalah Rp3800 (tiga ribu delapan ratus rupiah), dan setiap pembeli hanya diberi sebanyak 25 Kg beras. Dibatasinya pembelian beras tersebut, bertujuan untuk pemerataan bagi masyarakat, sehingga setiap warga bisa memperoleh beras dengan harga murah.
Harga yang dipatok Dinas Koperindag tersebut, jauh lebih murah dari beras yang dijual pedagang, yang rata-rata diatas Rp.5000 (lima ribu rupiah) per liter. Itupun beras dengan kualitas sedang.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat berharap operasi pasar hendaknya dapat dilakukan secara berkala, guna mengendalikan harga beras yang semakin menggila.
Rencana semula, kata Yusrizal, pada setiap pasar akan dijual beras sebanyak 2 ton. Namun karena di pasar Sijunjung peminatnya cukup banyak, jumlahnya ditambah menjadi 2,5 ton. Itupun habis terjual dalam waktu satu jam.
Lantaran masyarakat yang ingin membeli cukup banyak, penjualan dibatasi 20 kg/orang, supaya ada pemerataan. Meski demikian, masih banyak warga yang tidak kebagian, tambah Yusrizal.
Disamping membantu rakyat berekonomi lemah, OPM yang dilaksanakan juga untuk pengendalian dan menstabilkan harga beras di pasar..
Dengan dilaksanakannya OPM oleh Pemkab Sawahlunto Sijunjung, warga mengaku sangat terbantu, sebab harga jualnya jauh lebih murah dari harga beras kampung.
Masyarakat di Ranah Lansek Manih berharap kepada pemerintah selalu melakukan operasi pasar murni disetiap hari pasar,hal ini sangat besar artinya bagi warga yang ekonomi lemah,tutur Warda di pasar Sijunjung.
Sekarang banyak kita lihat para pedagang menjual beras diatas standar yang telah ditetapkan,pihak terkait cepat mengantisipasinya agar jeritan warga terhadap harga beras yang melambung tinggi tidak bertahan lama.(MO).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s