HUT kab Swl/Sijunjung ke 58

Berbagai musibah dan bencana yang melanda negara,provinsi maupaun kabupaten kita,sangat menuntut kearifan dan kecerdasan untuk menyikapinya karena didalam perspektif atau kaca agama secara tegas dinyatakan,terjadinya kerusakan didarat dan dilautan disebabkan ulah tangan manusia.
Demikian sambuatn bupati Sawahlunto/Sijunjung H.Darius Apan selaku inspektur upacara Hari Jadi kabupaten Sawahlunto/Sijunjung ke 58 Sabtu (17/2) di Tugu Hari Jadi nagari Tanjung Bonai Aur kecamatan Sumpur Kudur,hadir dalam upacara tersebut unsur muspida,Pimpinan dan anggota DPRD,pimpinan SKPD,Camat,Wali nagari,para pejuang,pimpinan partai politik,PKK,Dharmawanita,ninik mamak,alim ulama dan peserta upacara.


Berbagai musibah dan bencana yang melanda negara,provinsi maupaun kabupaten kita,sangat menuntut kearifan dan kecerdasan untuk menyikapinya karena didalam perspektif atau kaca agama secara tegas dinyatakan,terjadinya kerusakan didarat dan dilautan disebabkan ulah tangan manusia.
Demikian sambuatn bupati Sawahlunto/Sijunjung H.Darius Apan selaku inspektur upacara Hari Jadi kabupaten Sawahlunto/Sijunjung ke 58 Sabtu (17/2) di Tugu Hari Jadi nagari Tanjung Bonai Aur kecamatan Sumpur Kudur,hadir dalam upacara tersebut unsur muspida,Pimpinan dan anggota DPRD,pimpinan SKPD,Camat,Wali nagari,para pejuang,pimpinan partai politik,PKK,Dharmawanita,ninik mamak,alim ulama dan peserta upacara.
Sejak dari penghujung tahun 2006 sampai awal tahun 2007,berbagai musibah dan bencana telah menimpa negara kita,kecelakaan transportasi terjadi didarat,laut dan udara telah merenggut ratusan jiwa anak bangsa,banjir besar melanda ibu kota negara kita.
Begitu juga di Ranah Lansek Manih disibukkan oleh isu penyebaran wabah flu burung, Alhamdulillah atas kecerdasan dan cepat tanggap aparat terkait bersama masyarakat wabah ini dapat diminimalisir sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Para pakar menyatakan bahwa terjadinya berbagai bencana dan musibah lebih disebabkan karena pembangunan yang dilaksanakan kurang bersahabat atau kurang ramah terhadap lingkungan.
Untuk menyikapi persoalan tadi dalam rangka memperingati Hari Jadi kabupaten ke 58 ini harus dapat kita gunakan untuk introspeksi diri dan evaluasi kebijakan guna terwujudnya kesinambungan pembangunan daerah kita dimasa datang.
Dalam usia ke 58 tahun,kabupaten Sawahlunto/Sijunjung telah melewati rentang sejarah perjalanya yang begitu panjang,banyak cacatan peristiwa penting yang pernah dibuat dan tidak sedikit pula tokoh pelaku sejarah pendiri yang telah gugur mendahului kita.
Menurut Darius Apan waktu telah memberikan kesempatan kepada setiap generasi untuk berfikir dan berbuat,sesuai dengan kondisi dan tantangan zaman,orang dulu telah mengisi pengabdiannya,generasi sekarang harus berani berkaca kepada cermin sejarah.
Dengan segala kerendahan hati,kita juga harus berani untuk jujur membuat perbandingan,apakah kita telah berbuat semaksimal mungkin untuk daerah ini,perlu ada evaluasi diri secara bersama-sama.
Semoga dalam usia daerah semakin dewasa ini kita akan dapat menapak perjalanan kemasa depan dengan penuh keyakinan,peringatan hari jadi kita jadikan sebagai suatu momentum untuk bersyukur dan berterima kasih apa yang telah kita raih,mudah-mudahan semua memiliki keinsyafan pada kita.
Memupuk dan mengembangkan kebanggaan serta rasa belajar cinta terhadap daerah ini,bersama-sama membulatkan niat serta tekad,menyisingkan lengan baju dan bekerja keras dengan segenap tenaga,pikiran,daya dan upaya untuk percepatan pembangunan disegala sektor dan bidang.
Usai upacara pembina upacara menyerahkan hadiah lomba intensifikasi pembudidayaan ikan nila atas kelompok tani mandiri nagari Muaro berhasil juara II tingkat provinsi,lomba kelompok masyarakat pengawas perairan umum tingkat procinsi atas nama kelompok payo laweh nagari Tanjung Bonai Aur berhasil juara II.
Kegiatan dari dinas kesehatan lomba posyandu tingkat kabupaten,juara I oleh posyandu Saiyo nagari Muaro,juara II posyandu Sakura nagari Kamang,juara III posyandu Anggrek nagari Muaro Bodi,kemudian bupati melakukan kegiatan penyebaran benih ikan di Embung payo Laweh dan penanaman bibit mahoni dan gaharu oleh bupati,wakil bupati,ketua DPRD,unsur muspida,Sekdakab dan pimpinan SKPD,ditutup dengan acara makan bersama di Masjid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s