Topografi wilayah Kab. Sawahlunto Sijunjung

Topografi wilayah yang berbukit dan bergelombang mengakibatkan Sawahlunto Sijunjung kesulitan mendapatkan sumber daya air untuk persawahan. Dari 313.040 luas wilayah, 55,93 persen diantaranya memiliki tingkat kemiringan diatas 40 derajat. Ironisnya lagi, dari sekitar 181.365 jiwa penduduk yang ada di sana, sebagaian besar diantarannya juga menggantungkan hidupnya di areal pertanian, terutama sawah.

“Inilah dilema kita selama ini. Daerah yang berbukit-bukit membuat kita kesulitan mendapat sumber daya air untuk persawahan. Padahal, hanya sawah inilah satu-satunya pekerjaan yang bisa kita andalkan secara turun temurun,” keluh Iwan (41), seorang petani di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, kemarin.

Topografi wilayah yang berbukit dan bergelombang mengakibatkan Sawahlunto Sijunjung kesulitan mendapatkan sumber daya air untuk persawahan. Dari 313.040 luas wilayah, 55,93 persen diantaranya memiliki tingkat kemiringan diatas 40 derajat. Ironisnya lagi, dari sekitar 181.365 jiwa penduduk yang ada di sana, sebagaian besar diantarannya juga menggantungkan hidupnya di areal pertanian, terutama sawah.

“Inilah dilema kita selama ini. Daerah yang berbukit-bukit membuat kita kesulitan mendapat sumber daya air untuk persawahan. Padahal, hanya sawah inilah satu-satunya pekerjaan yang bisa kita andalkan secara turun temurun,” keluh Iwan (41), seorang petani di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, kemarin.

Sulitnya sumber daya air, membuat petani disekitar kawasan tersebut hanya berharap pada turunnya hujan. Kalau hujan turun, masyarakat disana langsung berbondong-bondong turun ke sawah. “Inilah yang terjadi tiap tahunnya. Kondisi seperti ini membuat kami kesulitan meningkatkan taraf hidup keluarga,” ujar Iwan yang sudah mempuanyai tiga orang anak.

Kendati sudah ada bantuan kincir air, menurut Iwan, itu tidak terlalu membantu. Soalnya, sungai yang ada sekarang ini juga sudah kekeringan. Dengan demikian kincir air tidak bisa berfungsi secara maksimal. “Apa yang mau dinaikkan, air itu sendiri yang kurang. Sehingga, kincir air tidak bisa berputar,” terang Iwan tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

Menanggapi masalah ini, Kabid Pengairan Dinas PU Sawahlunto Sijunjung Zainal Abidin yang dikonfirmasi koran ini kemarin mengakui akan tetap berupaya membantu masyarakat petani mengatasi kekeringan, diantaranya dengan membangun jaringan irigasi teknis Batangpalangki.

“Dengan adanya jaringan irigasi ini, sedikitnya lima ribu Ha sawah petani pada tiga kecamatan (IV Nagari, Sijunjung dan Kupitan) akan terbantu. Ini jaringan irigasi yang cukup besar, karena sebelumnya Sawahlunto Sijunjung hanya memiliki jaringan irigasi sederhana dan kecil dengan luas per jaringan irigasi di bawah seribu Ha,” jelas Zainal Abidin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s