Dalam Operasi Pekat Polisi Tangkap Pejudi Biliar

Dalam operasi pemberantas penyakit masyarakat (Pekat), Kanit Tipikor Reskrim Polres Sijunjung Ipptu Suyanto, SE bersama anggota, menangkap tiga tersangka judi biliar, Defriwan Triskoli, 37, Zainalis, 34 dan Rudi Kurniadi Basri, 21, di Simpang Tiga Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII.
Kini ketiga tersangka meringkuk di balik terali besi Mapolres Sijunjung untuk proses selanjutnya. Bersama mereka juga diamankan barang bukti berupa 15 buah bola bliar, empat stik, satu segi tiga (alat penyusun bola), sebuah meja biliar satu lakon kartu remi dan uang taruhan Rp57 ribu.


Dalam operasi pemberantas penyakit masyarakat (Pekat), Kanit Tipikor Reskrim Polres Sijunjung Ipptu Suyanto, SE bersama anggota, menangkap tiga tersangka judi biliar, Defriwan Triskoli, 37, Zainalis, 34 dan Rudi Kurniadi Basri, 21, di Simpang Tiga Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII.
Kini ketiga tersangka meringkuk di balik terali besi Mapolres Sijunjung untuk proses selanjutnya. Bersama mereka juga diamankan barang bukti berupa 15 buah bola bliar, empat stik, satu segi tiga (alat penyusun bola), sebuah meja biliar satu lakon kartu remi dan uang taruhan Rp57 ribu.
“Selain ketiga tersangka, juga ditahan pemilik rumah biliar, Mutia Yunus, 22,” kata Kapolres Sijunjung AKBP Drs. Priyo Widyanto, MM didampingi Wakapolres Kompol Y. Hondawan Naibaho dan Kasat Reskrim AKP Beni Kusworo, di ruang kerjanya.
Menurut Kapolres, ketiga tersangka yang main biliar dengan taruhan uang, ditangkap Kanit Tipikor Ipptu Suyanto bersama anggotanya Bripda Umar Wira Hadikusuma, Bripda Bernar M. Sihombing, Bripda Jekhie Mirazando dan Bripda Erik Hutauruk.
Pengakuan tersangka kepada penyidik, mereka main bliar dengan taruhan uang Rp5 ribu sekali putus. Artinya, pemain yang lebih dulu habis kartu reminya, pemain yang lain membayar Rp5 ribu/orang.
Ironisnya, uang kemenangan dan uang untuk membayar, mereka biarkan tergeletak di atas meja bliar, sehingga setiap orang yang melihat langsung mengetahui bahwa mereka sedang berjudi, jelas Kapolres.
Sementara pemilik rumah biliar, Mutia Yunus, menerima uang jasa Rp1 ribu setiap kali putus, sebagai sewa meja, sehingga dia juga harus bertanggungjawab dalam pejudian ini, tambah Kapolres.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s