Rencana Penelitian Siswa Ada Oknum Walimurid Keberatan

Oknum yang mengaku walimurid kelas III SMAN 1 Sawahlunto Sijunjung, berupaya menggagalkan rencana penelitian lapangan yang akan dilakukan siswa kelas III sekolah tersebut, ke PT Pusri Palembang.
Upaya menggagalkan dilakukan dengan cara mengirim surat kepada Bupati Sawahlunto Sijunjung, Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan dan ketua Komite sekolah.
Pada hal penelitian lapangan ke PT Pusri yang rencananya dilakukan awal Februari mendatang, sudah merupakan program tahunan SMA 1 yang dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2000.
Dikatakan oknum, karena dari tiga nama yang menandatangani surat bernada keberatan, yaitu Zurbaila, M. Nasir dan Maigus, tidak ada yang terdaftar dalam buku induk, sebagai walimurid dari siswa kelas III SMA 1.


Oknum yang mengaku walimurid kelas III SMAN 1 Sawahlunto Sijunjung, berupaya menggagalkan rencana penelitian lapangan yang akan dilakukan siswa kelas III sekolah tersebut, ke PT Pusri Palembang.
Upaya menggagalkan dilakukan dengan cara mengirim surat kepada Bupati Sawahlunto Sijunjung, Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan dan ketua Komite sekolah.
Pada hal penelitian lapangan ke PT Pusri yang rencananya dilakukan awal Februari mendatang, sudah merupakan program tahunan SMA 1 yang dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2000.
Dikatakan oknum, karena dari tiga nama yang menandatangani surat bernada keberatan, yaitu Zurbaila, M. Nasir dan Maigus, tidak ada yang terdaftar dalam buku induk, sebagai walimurid dari siswa kelas III SMA 1.
Disamping tidak ada di buku induk siswa kelas III, ketiga tandatangan yang dibubuhkan pada surat, diduga dibuat oleh orang yang sama (satu orang), karena gaya penulisan mirip dan warna tinta pena juga tidak berbeda.
“Setelah kami cek dalam buku induk, dari tiga nama yang menandatangani surat keberatan, tidak ada yang tercatat sebagai walimurid kelas III,” kata Kepala SMA 1 Sawahlunto Sijunjung Drs. Yunaldi, Jumat (19/1), di ruang kerjanya.
Jadi, tidak tertutup kemungkinan surat keberatan ini bukan walimurid yang membuat, melainkan oknum yang tidak senang dengan program SMA 1, ulas Kepala sekolah yang didampingi sejumlah majelis guru.
Tentang rencana penelitian lapangan ke PT Pusri Palembang, jelas Yunaldi, dari 205 jumlah siswa kelas III, 193 walimurid tidak saja telah menandatangani surat izin yang blangkonya diedarkan sekolah, tapi juga sudah membayar ongkos mobil Rp310 ribu/siswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s