Pemkab akan memprioritaskan dibidang Perikanan


Kepala Dinas Peternakan dan perikanan kabupaten Sawahlunto/Sijunjung Ir.Said Alkhudri,MM, mengatakan untuk tahun 2007 ini pihak pemkab akan memprioritaskan dibidang perikanan, sebagai pendukung program ini kawasan kita sangat tersedia sumber daya air yang cukup banyak.
Menurut Said yang ditemui Haluan Minggu (7/1) di Sijunjung mengatakan Ranah Lansek Manih peluang untuk mengembangkan perikanan sangat banyak kita milik,program kerambah ikan disepanjang aliran sungai serta kolam ikan air deras.
Potensi perikanan budidaya yang cukup besar dengan ketersediaan sumberdaya air yang kita miliki, perlu diimbangi dengan ketersediaan pakan dan benih ikan yang bermutu dan hal inilah yang menjadi permasalahan selama ini serta penghambat bagi pengembangan perikanan budidaya kita disamping posisi tawar yang rendah dalam pemasaran ikan petani.


Kepala Dinas Peternakan dan perikanan kabupaten Sawahlunto/Sijunjung Ir.Said Alkhudri,MM, mengatakan untuk tahun 2007 ini pihak pemkab akan memprioritaskan dibidang perikanan, sebagai pendukung program ini kawasan kita sangat tersedia sumber daya air yang cukup banyak.
Menurut Said yang ditemui Haluan Minggu (7/1) di Sijunjung mengatakan Ranah Lansek Manih peluang untuk mengembangkan perikanan sangat banyak kita milik,program kerambah ikan disepanjang aliran sungai serta kolam ikan air deras.
Potensi perikanan budidaya yang cukup besar dengan ketersediaan sumberdaya air yang kita miliki, perlu diimbangi dengan ketersediaan pakan dan benih ikan yang bermutu dan hal inilah yang menjadi permasalahan selama ini serta penghambat bagi pengembangan perikanan budidaya kita disamping posisi tawar yang rendah dalam pemasaran ikan petani.
Menurut Said keberhasilan pembangunan daerah bukan tergantung pada kematangan perencanaan lebih banyak dipengaruhi oleh dukungan tiga pilar utama, yaitu pemerintah pada semua tingkatan, masyarakat semua lapisan dan pihak swasta sesuai bidangnya.
Dalam upaya memacu pembangunan dan peningkatan perekonomian demi tercapainya kesejahteraan masyarakat dimasa datang,melalui sektor perikanan merupakan salah satu untuk untuk mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat untuk memacu pertumbuhan ekonomi keluarga.
Kita menyadari semenjak pemekaran wilayah kabupaten Sawahlunto/Sijunjung tinggal sebagian besar daerah berbukit dan bergelombang,dari luas wilayah 3.013,40 KM2 luas efektif tanah yang dapat dijadikan lahan budidaya ( elevasi <15 %) hanya berkisar 30 % saja,lahan tersebut tersebar di sela-sela perbukitan dengan luas hamparan antara 10-200 Ha.
Memperhatikan topografi dan karateristik wilayah yang demikian,maka sub sektor perikanan merupakan alternatif komoditi yang dapat diusahakan lebih banyak oleh penduduk,terutama di kawasan pedesaan seperti nagari yang banyak dialiri air.
Secara riil sebetulnya kita punya potensi yang besar untuk mengembangkan sub sektor perikanan budidaya, di Ranah Lansek Manih ini, sekarang terdapat 2.069 ha lahan yang potensil dijadikan lahan perikanan budidaya.
Tetapi yang sudah dikelola baru seluas 1.243,92 ha,saat ini juga terdapat 438,13 ha kolam, perikanan mina padi 805,57 ha,perairan umum (Sungai) 1.210,06 ha, keramba ikan 1.389 unit, Race Way 35 unit dan lubuk larangan sebanyak 32 lokasi.
Potensi perikanan budidaya yang cukup besar dengan ketersediaan sumberdaya air yang kita miliki, perlu diimbangi dengan ketersediaan pakan dan benih ikan yang bermutu dan hal inilah yang menjadi permasalahan serta penghambat bagi pengembangan perikanan budidaya kita disamping posisi tawar yang rendah dalam pemasaran ikan petani.
Permasalahan pemasaran dan rendahnya posisi tawar petani ikan,telah kita carikan solusinya dengan menfasilitasi terbentuknya Assosiasi pengusaha pembudidaya ikan air btawar (APPIAT) saat ini siap menjadi pemasok pakan dan benih serta siap menampung produksi ikan budidaya dan petani/anggota Assosiasi.
Demikian juga permasalahan ketersediaan pakan yang murah dan bermutu,Insya Allah akan dapat kita pecahkan dengan beroperasinya pabrik pakan ikan yang baru di Muaro Sijunjung sehingga anggota petani ikan dapat pakan yang bermutu nantinya serta harga yang terjangkau.
Selama ini masalah benih ikan,dengan keberadaan Bali Benih Ikan (BBI) lokal Sumpur Kudus dapat menjawab ketersediaan benih ikan yang murah dan bermutu bagi para petani/pembudidaya ikan kita, kilah Said.
Kawasan kita cukup kaya dengan air, banyak terdapat sungai besar, kecil, untuk dapat kita manfaatkan sebagai pemacu ekonomi rumah tangga, tinggal lagi kemauan untuk bangkit berusaha demi memenuhi kebutuhan rumah tangga terutama petani ikan.
Dengan kekayaan sumber daya air dan lahan persawahan yang terhampar luas,kita yakin akan bermunculan usaha-usaha perikanan kolam sawah dan mina padi, bisa daerah Ranah Lansek Manih menjadi sentra perikanan budidaya Sumatera Barat, harap Said optimis bisa tercapai.(mashariyanto/Humas-inforkom)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s