Rendahnya pendidikan merupakan penyebab meningkatnya angka kemiskinan

Rendahnya pendidikan merupakan penyebab meningkatnya angka kemiskinan ditengah-tengah masyarakat. Karena itu pendidikan harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk Dharmawanita sebagai salah satu organisasi wanita khusus isteri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Demikian sambutan Bupati Sawahlunto/Sijunjung Darius Apan dalam rangka peringatan HUT Dharmawanita ke 78,Rabu (27/12) digedung Pancasila Muaro di hadiri ratusan Dharmawanita,pengurus organisasi wanita,ditandai pemotongan kue oleh penasehat Dharmawanita Ny.Aisyah Darius.
Lebih lanjut dikatakan Darius, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung yang berada pada garis Khatulistiwa dengan alamnya yang subur, merupakan karunia Allah SWT bagi masyarakat daerah ini, dan kalau bisa memanfaatkan kesuburan alam dengan berbagai potensi yang terkandung didalamnya, seharusnya masyarakat Sawahlunto Sijunjung tidaklah mengenal yang namanya angka kemiskinan.


Rendahnya pendidikan merupakan penyebab meningkatnya angka kemiskinan ditengah-tengah masyarakat. Karena itu pendidikan harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk Dharmawanita sebagai salah satu organisasi wanita khusus isteri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Demikian sambutan Bupati Sawahlunto/Sijunjung Darius Apan dalam rangka peringatan HUT Dharmawanita ke 78,Rabu (27/12) digedung Pancasila Muaro di hadiri ratusan Dharmawanita,pengurus organisasi wanita,ditandai pemotongan kue oleh penasehat Dharmawanita Ny.Aisyah Darius.
Lebih lanjut dikatakan Darius, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung yang berada pada garis Khatulistiwa dengan alamnya yang subur, merupakan karunia Allah SWT bagi masyarakat daerah ini, dan kalau bisa memanfaatkan kesuburan alam dengan berbagai potensi yang terkandung didalamnya, seharusnya masyarakat Sawahlunto Sijunjung tidaklah mengenal yang namanya angka kemiskinan.
“Tapi sekarang yang terjadi malah sebaliknya, masih banyak warga kita yang hidup dibawah garis kemiskinan, terlebih sejak adanya Subsidi Langsung Tunai (SLT). Angka kemiskinan malah semakin bertambah saja,” ujar Darius.
Selain pendidikan, faktor lain yang sangat erat kaitannya dengan kemiskinan adalah faktor ekonomi dan kesehatan. Ketiga faktor tersebut sangat rentan dengan yang namanya kemiskinan.
Untuk itu Darius Apan mengharapkan Dharmawanita dapat berperan aktif memerangi kemiskinan, dengan melaksanakan berbagai kegiatan positif baik ditengah-tengah keluarga maupun dilingkungan tempat domisili.
Menyikapi kondisi ekonomi bangsa saat ini yang masih belum stabil, dimana masih banyak terdapat keluarga miskin, dan mungkin saja itu juga dirasakan oleh PNS golongan rendah, Darius mengharapkan, tak ada PNS yang ikut menjadi penerima dana SLT. “Kalau ada yang terdata kembalikanlah bantuan tersebut, sebab itu bukan haknya kita, tapi itu adalah hak saudara-saudara kita yang memang benar-benar miskin,” harapnya.
Kemudian kepada isteri PNS, ia juga berpesan untuk ikut aktif membantu suami dengan membuka berbagai usaha yang dapat menopang ekonomi keluarga. Sebab katanya, dalam situasi saat ini kehidupan PNS tertutama dari golongan rendah memang agak sulit, karena kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Tapi itu bukan berarti harus menerima nasib begitu saja, namun harus berjuang dengan berbagai usaha yang mungkin dilakukan dan bisa menambah pendapatan keluarga. “ Saya harap isteri PNS dapat memaklumi kondisi ini dan ikut berperan aktif membantu suami mencari nafkah dengan membuka usaha tambahan dirumah,” pesannya.
Sementara itu Penasehat Dharmawanita Persatuan, Ny. Aisyah Darius Apan, juga mengakui hal sama, dimana dengan kondisi yang sulit saat ini sebahagian anak dari PNS akan mengalami masalah dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Persoalan tersebut bermula dari keterpaksaan yang dialami keluarga PNS, sebahagian harus mengambil pilihan yang sulit, perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan, keseimbangan menu dan gizi serta kebutuhan lainnya terpaksa dijadikan prioritas kedua.
“Kalau hal ini berlangsung lama, maka berarti kita sedang mempertaruhkan masa depan anak-anak kita. Karena itu Dharmawanita Persatuan sebaiknya memperioritaskan masalah pendidikan dan kesehatan bagi anak PNS terutama golongan satu dan dua, dalam program kerjanya dimasa datang, ” kata Ny. Aisyah.
Ketua pelaksana HUT Dharmawanita Ny.Yet Bakri dalam laporanya mengatakan selama HUT ini bermacam kegiatan kita laksanakan diantaranya Upacara resmi,Donor Darah,bermacam lomba,pertandingan dan memnberikan bantuan kepada anak PNS yang golongan I dan II sebanyak 35 orang anak dengan bantuan masing-masingnya sebesar Rp100.000,..
Sebagai kegiatan pilihan kata Ny.Yet penyuluhankesehatan tentang flu burung,lomba pemasangan jilbab tanpa kaca,lomba pemanfaatan pekarangan rumah,lomba siap saji,acara puncak ini berjalan tertiv,aman dan sukses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s