Harga Karet Anjlok !!

Petani karet mengeluh anjoknya harga karet dipasaran sampai 50 persen membuat petani di Sumpur Kudus semakin terjepit,selain harga turun diringi dengan menyusutnya hasil produksi mencapai 50 persen sekarang curah hujan cukup tinggi di Ranah Lansek Manih.


Petani karet mengeluh anjoknya harga karet dipasaran sampai 50 persen membuat petani di Sumpur Kudus semakin terjepit,selain harga turun diringi dengan menyusutnya hasil produksi mencapai 50 persen sekarang curah hujan cukup tinggi di Ranah Lansek Manih.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Haluan Senen (25/12) disejumlah nagari di Sumpur Kudus, dari sejumlah petani karet di Sumpur Kudus kabupaten Sawahlunto/Sijunjung turunnya harga karet sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat kecamatan Sumpur Kudus, karena 85 persen masyarakat di kawasan kerajaan Rajo Ibadat itu mengandalkan karet sebagai mata pencaharian.
Kawasan Sumpur Kudus sebagai pemasok karet yang besar di Ranah Lansek Manih,karena komoditi ini sebagai andalan tidak terhitung tonya setiap hari keluar dari hutan Rajo Ibadat ini.
Wali Nagari Sumpur Kudus S.Dt.Bandaro Hitam yang ditemui Haluan membenarkan., dan dengan sejumlah petani karet diantaranya Aprizal dengan nada sedih,sekarang kita akan menmghadapi tahun 2007,kebutuhan rumah tangga,diiringi dengan harga bahan pokok sudah mulai naik,karet merupakan mata pencaharian yang handal.
Dalam pengamatan para petani karet mengatakan setiap tahun menjelang hari Raya Idul Fitri,menyambut tahun baru harga karet tetap turun secara drastis apa penyebabnya kami tidak tahu,atau pedagang yang bermain, tutur mereka dengan nada sedih.
Saat ini karet memang sudah menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta untuk kebutuhan anak sekolah. Tapi amat disayangkan, karet yang ada sekarang hanyalah karet alam, sehingga hasil produksinya juga tak sama dengan karet unggul.
Ditambah lagi dengan turunnya harga karet membuat masyarakat semakin terjepit. Untuk itu mereka berharap kepada pemerintah kabupaten dan propinsi untuk mengambil sikap dengan menstabilkan harga karet.. “Jangan-jangan turunnya harga karet didaerah kami hanya permainan para pengusaha karet demi mengejar keuntungan banyak. Untuk itu kami berharap kepada pihak terkait supaya melakukan peninjauan, jangan kami rakyat badarai ini dibuat semakin menderita,” harap mereka.
“Biasanya harga karet di nagari Sumpur Kudus,Sisawah,Kumanis,Unggan,Tamparungo Rp8500 / Kg, tapi seminggu menjelang masuknya bulan Ramadhan,sampai saat ini harga karet mulai turun, berkisar antara Rp300 sampai Rp3500/kg,,kata Ahmad petani karet.Sumpur Kudus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s